Kejadian itu bermula saat Arsenal tengah tertinggal 1-2 di Emirates Stadium dan berusaha mengejar ketertinggalannya. Cesc Fabregas sukses menjebol gawang Bolton untuk menipiskan skor dan akhirnya menang 4-2 di akhir laga.
Dalam proses terjadinya gol kedua tersebut, William Gallas lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Mark Davies. Davies sedang terkapar di lapangan saat bola merobek gawang Jussi Jaaskelainen untuk kali kedua. Davies akhirnya ditarik keluar dan diganti Gavin McCann karena mengalami cedera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas protes Coyle tersebut, Wenger secara jantan mengakui kalau anak-anak asuhnya bermain kasar."Aku minta maaf jika tekel itu kasar. Sungguh aku minta maaf," tegas Wenger seperti dilansir Guardian.
"Tapi ada dua hal yang baru kudengar saat ini. Pertama kalau COyle tidak senang dengan tekelku. Oke, aku minta maaf. Tapi yang kedua kudengar kalau kita harus menghentikan permainan. Kupikir hal itu tidak adil karena pemain tidak tahu apa yang terjadi di belakang mereka," urainya lanjut.
Ya, perkataan Wenger di atas mengisyaratkan kalau ia sebenarnya tak begitu setuju permainan dihentikan mendadak jika ada pemain yang menderita cedera. Sebab tak semua insiden seperti itu serta merta dapat men-stop pertandingan, karena wasit lah yang pegang keputusan.
Kemudian Wenger pun mencontohkan apa yang menimpa pemainnya, Denilson, saat Arsenal ditahan imbang Everton 2-2 dua pekan lalu. Saat The Gunners tengah tertinggal 1-2, hampir saja lawan menambah golnya disaat Denilson sedang terkapar di lapangan.
"Anda tidak bisa setiap saat menendang bola keluar ketika ada pemain yang terbaring. Karena ini mereka mengubah peraturan dan wasit ada di posisi terkuat," tutur manajer berpaspor Prancis itu.
"Jika anda dapat mengingat apa yang terjadi saat laga kontra Everton awal bulan ini, Denilson terjatuh dan Everton melakukan serangan dan mungkin saja bisa unggul 3-1. Tapi aku tidak mempermasalahkan soal itu," pungkas The Professor.
(mrp/arp)











































