Menjamu Hull City di Old Traffford, Sabtu (22/1/2010) malam WIB, Rooney menjadi bintang MU yang bersinar paling terang. Dia memborong seluruh gol The Red Devils dalam laga yang berkesudahan 4-0 tersebut.
Empat gol yang dilesakkan Rooney tersebut menyamai sebuah rekor yang sudah lama tak dituliskan pemain MU. Soalnya pemain terakhir yang bisa mencetak empat gol dalam satu pertandingan Liga Inggris adalah Ole Gunnar Solksjaer, yang dia lakukan saat menghajar Everton 5-1 pada Desember 1999.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk pertama kalinya saya mencetak empat gol di pertandingan kompetisi resmi, dan perasaan itu sangat hebat. Saya bangga dengan raihan itu dan itu sangat spesial," ungkap Rooney di Skysport.
Empat gol Rooney bukan hanya menuliskan sebuah torehan baru buat dirinya karena 'Setan Merah' kini bertengger di posisi teratas klasemen, menggusur Arsenal dan Chelsea yang sebelumnya di posisi satu dan dua.
Tapi mungkin ada yang lebih berharga dibanding perkara rekor dan puncak klasemen. Empat gol yang dibuat Rooney disadari atau tidak bisa menyatukan kembali MU yang dalam beberapa pekan ke belakang terus dihantam pemberitaan tak sedap soal masalah keuangan, dengan jumlah utang mencapai Rp 10,8 triliun.
Rooney, dalam pertandingan tersebut, setidaknya berhasil untuk sementara mengubah mood fans setia The Red Devils yang kerap meneriakkan "We love United, we hate the Glazers."
"Beberapa fans kami jelas tak senang dengan kondisi keuangan ini, tapi kita tak bisa membiarkan situasi ini memecah belah. Ini bisa berbahaya karena berpotensi memecah, yang jelas harus sangat dihindari karena saya yakin mayoritas fans berada di belakang kami. Dan kami menghargai betapa pentingnya untuk bisa berdiri bersama mendukung tim," sahut Sir Alex Ferguson sebelum pertandingan kontra Hull meminta fans MU bersatu.
Keinginan Fergie menlihat pendukung MU bersatu terwujud malam tadi, tentunya berkat empat gol yang disarangkan Rooney.
(din/din)











































