Sejak awal datang ke MU pada pertengahan tahun 2007, Tevez langsung nyetel dengan Rooney setiap saat keduanya ditandemkan. Meski Tevez tak fasih berbahasa Inggris, keduanya bisa saling berkomunikasi lewat insting di lapangan.
"Kerjasama antara kami lebih banyak (terjadi) karena insting, seperti yang kami asah di tempat latihan. Kami tidak berbicara bahasa yang sama tapi sepertinya kami saling mengetahui pikiran yang lain di lapangan dan ke mana dia akan berlari," ungkap Rooney kala itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Carlos adalah teman yang menyenangkan, seorang pemain yang akan terus berlari selama 90 menit setiap pekan dan Anda tak bisa berharap lebih banyak lebih dari itu," ujar Rooney kepada Four Four Two.
"Saya pikir dia menyadarinya bahwa saya adalah pemain yang tak egois. Jika dia ada di posisi yang lebih baik, saya akan memberikan bola kepadanya. Jika ia maju ke depan, maka saya akan melapisnya."
"Kami memiliki kesepahaman yang kuat kala bermain bersama dan, karena kami tinggal berdekatan, kami sering bergantian menumpang mobil untuk ke pergi ke tempat latihan atau pergi ke bandara kala laga tandang," tukasnya.
Sikap Rooney terhadap tevez bertolak belakang dengan Gary Neville. Seperti diketahui, Neville dan Tevez saling terlibat perang ucapan bahkan sebelum laga leg pertama semifinal Piala Carling dimulai.
(roz/arp)











































