Drogba adalah andalan Chelsea. Torehan 14 gol dari 18 pertandingan bicara banyak tentang betapa menentukannya peran striker 31 tahun itu buat tim London barat tersebut.
Di awal Januari ini, Piala Afrika digelar dan Drogba harus bermain di sana membela Pantai Gading. Meski Michael Essien dan Salomon Kalou juga pergi, kehilangan mereka rasanya tak semenakutkan prospek tanpa Drogba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menelan Watford 5-0 di Piala FA, Chelsea lantas menghajar Sunderland 7-2 di Premiership. Kegemilangan berlanjut dengan melipat Preston 2-0 di Piala FA dan terakhir Birmingham disikat 3-0 di Liga Inggris.
Tanpa Drogba dkk, para pemain pelapis Chelsea ternyata sanggup tampil ciamik. Acungan jempol harus diarahkan kepada Nicolas Anelka dan striker muda Daniel Sturridge bergantian memikul beban menjadi andalan 'Si Biru' dalam mencetak gol.
Pantai Gading kini telah tersingkir dari Piala Afrika dan Drogba akan segera kembali. Meski tetap apik tanpa Drogba, manajer Chelsea Carlo Ancelotti tetap menyambut kepulangan sang bomber.
"Saya pikir kami membutuhkan Drogba. Dia adalah pemain yang fantastis dan bersamanya kami bisa memainkan sepakbola yang bagus," ujar Ancelotti seusai laga kontra Birmingham di situs resmi klub.
Ancelotti juga menegaskan bahwa ia tidak akan mengubah filosofi permainan atau strategi hanya untuk mengakomodasi Drogba.
"Saya takkan mengubah filosofi kami untuk bermain bagus dan menang. Saya juga tidak akan mengubah sistem," tutur juru racik strategi asal Italia itu.
"Saya bahagia menanti Drogba pulang secepatnya. Startnya di awal musim fantastis dan ia berarti sangat penting buat kami di masa mendatang," tegas Ancelotti.
(arp/roz)











































