MU dan Arsenal kini tengah bersaing ketata di papan atas klasemen sementara bersama Chelsea. The Blues berada di urutan teratas dengan nilai 54, sementara MU tertinggal empat poin di belakang dan Arsenal tertinggal lima poin.
Kalah berarti MU harus merelakan posisinya dilangkahi oleh Arsenal. Lebih buruk lagi, jarak mereka dengan Chelsea pun tak bisa dipersempit. Jadi, wajar apabila kemenangan bisa berarti banyak untuk 'Setan Merah'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tak segan menyemprot anak buahnya, atau yang biasa dikenal sebagai hair-dryer treatment. Terkadang ada kalanya ia tak puas meski timnya sudah meraih kemenangan.
"Ada harinya di mana saya tak mau bertemu manajer. Dia bisa marah suatu waktu. Bahkan ketika kami menang 2-0 atau 3-0. Ketika kami semua tertawa serta saling melempar candaan karena mengira telah bermain bagus, dia bisa saja datang dan memarahi kami. Saya dibiarkan berpikir: 'Apa yang salah?' Tukas Rooney di ESPN Star
Β
"Ruang ganti kami bukanlah tempat yang menyenangkan ketika kami kalah. Dia adalah orang yang perfeksionis," beber Rooney lagi.
(roz/roz)











































