Semesta Dukung Arsenal Jadi Juara

Semesta Dukung Arsenal Jadi Juara

- Sepakbola
Senin, 26 Apr 2004 11:02 WIB
Jakarta - Juara tetaplah juara dan tidak perlu kita menjadikan treble sebagai sebuah target. Treble adalah sebuah penghargaan khusus karena hanya tim yang benar-benar istimewa yang bisa meraihnya. Meski demikian tidak enak rasanya kalau kita tidak menganggap Arsenal sebagai tim yang benar β€” tidak sampai benar-benarβ€” istimewa. Kegagalan merengkuh tiga gelar bergengsi rasanya tidak membuat luntur kehebatan mereka. Suka tidak suka, terutama buat fans Manchester United, kita meski berdiri dan bertepuk tangan, atau mengangkat topi bagi yang mengenakannya, atau sekadar mengacungkan dua jempol.Kalangan David Beckham-mania mungkin merasa tidak puas pada keputusan Alex Ferguson yang menjual sayap kanan ulung itu ke Real Madrid. Sialnya, para debutan The Red Devils nyaris tidak efektif, kecuali Cristiano Ronaldo β€” pemain lincah, bertalenta tinggi, tapi sering kebanyakan gocek. Pembelian seorang Louis Saha pun tidak banyak gunanya karena toh Fergie lebih suka memasang striker tunggal, dan itu adalah Ruud van Nistelrooy.Sementara ini boleh dibilang investasi MU musim ini yang nilainya lebih dari 40 juta poundsterling belum mendatangkan keuntungan. Masih untung mereka berkesempatan menjuarai Piala FA bulan depan. Mereka sedikit lebih beruntung daripada Chelsky, tim paling boros se-dunia, tapi hasilnya dipastikan tidak sebanding.Tapi Arsenal? Di awal musim tim ini hanya diberi anggaran belanja oleh direksi sebesar 1,5 juta poundsterling. Maka jadilah Jens Lehman menggantikan legenda David Seaman. Baru setelah satu semester klub memberi tambahan dana, yakni 20 juta pounds buat mendatangkan Jose Antonio Reyes. Itupun setelah Arsene Wenger merengek-rengek karena skuadnya kurang banyak, sementara kompetisi semakin ketat dan menegangkan.Di sinilah Wenger main peranan. Dengan pemain yang relatif sama dengan musim lalu, ia mampu membangun sebuah kolektivitas dan soliditas yang tinggi. Kecuali Nwanko Kanu dan Sylvain Wiltord, tak ada pemain cadangan lain yang rewel, karena mereka menyadari prinsip don’t change the winning team.Wenger memang tak mungkin mengubah materi skuadnya karena inilah yang terbaik. Di posisi bek tengah ia punya monster bernama Sol Campel dan pemain semenanjak Kolo Toure. Lauren dan Ashley Cole mendekati fungsi sempurna seorang wing back. Di lini tengah kapten Patrick Vieira semakin berkharisma. Karakternya sangat kuat. Robert Pires adalah seniman Prancis; Gilberto Silva petarung ulung; Fredrik Ljungberg mesin yang makin bandel; sementara Edu adalah sebuah mimpi yang baru.Di depan, Denis Bergkamp selalu menjadi pelayan terbaik dan umurnya tidak seperti 34 tahun. Lalu, ini dia hulu ledak The Gunners, Thiery Henry. Semua sinonim hebat menjadi miliknya. Dengan kehadiran mereka semua, kelemahan di sektor Lehman jadi terlupakan.Ini bukannya membabi-buta, tapi Arsenal memang sebuah fenomena. Meski masih punya empat pertandingan sisa, namun tidak terkalahkan dalam 34 partai Premiership adalah sesuatu yang luar biasa. Penulis mendukung harapan Manajer Newcastle United Bobby Robson agar Arsenal menjadi juara tak terkalahkan. β€œSelalu menyenangkan melihat ada yang memecahkan rekor, karena ini mungkin takkan terjadi lagi,” katanya. Dalam sejarah 104 tahun Liga Inggris belum pernah ada tim yang keluar sebagai kampiun tanpa mencicipi kekalahan.Kembali soal treble, Arsenal tak mampu melakukannya karena β€œalam semesta” sempat melawan mereka. Di semifinal Piala FA mereka dikalahkan MU karena MU tentu tak sudi kalah dari mereka di semua kompetisi. Sejak itu badai mulai menggulung publik Higbury. Mereka tiba-tiba harus bertanding empat kali dalam sembilan hari β€” sesuatu yang membuat FA merasa harus minta maaf. Di saat yang melelahkan itulah The Gunners tumbang di Liga Champions oleh Chelsea, tim yang ingin sekali menundukkan mereka karena selalu gagal dalam 17 kali upayanya.Kunci sukses lain dari Arsenal adalah sikap arogan yang terkontrol. Wenger tidak mengubah sikap yang arogan, tapi cenderung lebih terkendali, dan itu ia transfer ke anak-anak buahnya. Manajer Prancis itu tetap merasa hebat, terlebih jika di depan Ferguson, tapi ia juga mulai sering β€œnyebut”, bahwa perjuangan masih panjang, kaki tak boleh terlalu lama meninggalkan bumi.Ia belajar dari insiden brutal di Old Trafford bulan September lalu, ketika Martin Keown cs bertingkah kekanak-kanakan dan memuakkan. Sejak itu Wenger mendinginkan emosinya. Pemain-pemain bertemperamen tinggi macam Vieira dan Ljungberg ikut-ikutan, kecuali (lagi-lagi) Lehman, yang suka seenaknya melempar bola ke tubuh lawan. Keown diputuskan untuk mengisi hari-hari tuanya di bangku cadangan.Wenger perlu mengecilkan kepalanya karena ia tak boleh terjerumus dua kali pada lubang got yang sama. Musim lalu ia dan timnya terlalu cepat puas ketika terus memimpin klasemen. Mental mereka belum siap karena mulai melakukan kesalahan-kesalahan kecil justru di saat kompetisi tinggal sebentar lagi. Akhirnya gelar juara liga terampas Manchester United.Well, tahun ini β€œalam semesta” akhirnya merelakan mereka jadi juara. Inilah titel Premiership ketiga Arsenal dalam tujuh musim pasca ditangani Wenger. Total tim London ini sudah 13 kali jadi tim terbaik di Inggris. Selamat. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads