Hari Kamis (4/2/2010), Ferguson mudik ke Skotlandia. Ia mengunjungi tempatnya bersekolah dahulu, Govan High School, sebelum dijadwalkan menerima gelar kehormatan dari Universitas Caledonia pada hari berikutnya.
Di depan para murid Govan, Fergie bercerita tentang pengalamannya mengalami cedera parah. "Saya menjadi pemain paruh waktu di St Johnstone. Ketika tampil di laga tim cadangan melawan Airdrie, saya mengalami cedera di sekitar alis, tulang pipi dan hidung. Selanjutnya saya melihat wajah saya penuh perban," ujar Ferguson seperti dilansir dari situs resmi MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Fergie muda berpikir bahwa dirinya sedang berada di ujung karir, manajer St. Johnstone tetap memmpercayainya. Ia dipanggil dalam tim untuk menghadapi Glasgow Rangers.
"Saya tampil dan mencetak hattrick ke gawang Rangers. Saya menjadi pemain pertama yang melakukan itu di markas mereka di Ibrox. Hat-trick itu mengubah hidup saya. Saya menjadi pesepakbola sepenuhnya dan tidak lagi melihat ke belakang," seru pria bernama lengkap Alexander Chapman Ferguson itu.
Dari pengalaman pribadinya itu, manajer kelahiran 31 Desember 1941 tersebut menilai bahwa pemain muda sekarang tidak sebaik pemain muda di masanya.
"Pemain muda sekarang lebih rapuh, mereka seperti kepompong," ujarnya.
"Mereka didorong oleh pemberitaan-pemberitaan pers yang membuat mereka berpikir bahwa mereka lebih baik dari kenyataannya, dan mereka dilindungi oleh agen masing-masing," lanjut Sir Alex.
"Namun beginilah kondisinya sekarang. Anda dituntut untuk mampu berurusan dengan itu semua," tuntasnya.
(nar/krs)











































