Tiga dari empat laga berat yang harus dilakoni Arsenal dalam dua minggu ini, berakhir mengecewakan.
Tidak ada kemenangan yang dibukukan oleh tim Gudang Peluru. Sekali seri, dua kali kalah, dengan sekali mencetak gol serta lima kali kebobolan adalah rapor mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rentetan hasil buruk ini tak pelak mengganggu perjalanan Arsenal dalam upayanya merengkuh titel Liga Primer.
Tim London Utara kini memiliki poin 49. Sementara Chelsea yang ada di puncak punya nilai 58 dan Manchester United di peringkat kedua memiliki poin 56.
Faktor pemain yang cedera, sehingga membuat Arsenal tidak tampil dalam kondisi terbaik, bisa menjadi salah satu penyebab dari rentetan hasil buruk ini.
Bursa transfer Januari sudah lewat. Tidak ada pembelian signifikan yang dilakukan manajer Arsene Wenger. Kini, satu-satunya harapan bagi Arsenal adalah menunggu para pemain yang menepi akibat cedera bisa bermain lagi, dan yang baru saja pulih bisa dengan cepat kembali ke performa terbaik mereka.
Β
Namun di balik rentetan hasil negatif yang dicatatkan tim Gudang Peluru dalam beberapa laga Liga Primer terakhir, ada satu hal yang boleh "disyukuri". Pasalnya di sisa musim, tim besar yang harus dihadapi Arsenal tinggal Liverpool saja.
Tim London Merah pantas berharap ketika pemainnya sudah pulih dan sudah kembali ke kondisi puncak, mereka sudah tak perlu lagi menghadapi tim sesama The Big Four. Di situlah Arsenal bisa memanfaatkan situasi untuk tancap gas.
Bisa, Gunners?
(nar/a2s)











































