Momentum adalah hal yang perlu dioptimalkan The Gunners dan The Reds, atau mereka boleh perlahan-lahan merelakan ambisi meraih gelar juara Premiership di musim ini. Beda momentum untuk keduanya adalah: Arsenal harus mengakhiri tren negatif belakangan ini, Liverpool melanjutkan tren positif.
Tak menang dari tiga laga terakhir, bahkan dua yang terakhir berupa kekalahan, adalah hasil yang sangat buruk bagi anak-anak "Gudang Peluru". Celakanya, dua kekalahan tersebut dialami dari Chelsea dan MU, yang semestinya harus mereka kalahkan untuk merapatkan jarak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emirates Stadium harus dimaksimalkan fungsinya sebagai sebuah keuntungan tersendiri buat meraih angka penuh. Boleh jadi, inilah saatnya Arsene Wenger lebih mengutamakan hasil ketimbang proses. Permainan Arsenal memang selalu cantik, tapi kekurangannya adalah hal itu tidak sampai melahirkan kemenangan yang intens. Ketika keadaan telah mendesak, bermain atraktif tapi tidak menang bukanlah hal yang dibutuhkan.
Di kubu Liverpool, kembalinya mereka ke zona Liga Champions adalah sebuah kemajuan berarti. Paling tidak, secara moral hal itu mulai menaikkan lagi kepercayaan diri Steven Gerrard dkk. Untuk bisa juara memang masih sangat jauh. Namun, bercokol di posisi empat besar tetaplah lebih baik daripada di bawahnya.
Momentum kembalinya The Kop ke habitatnya itu seiring sejalan dengan hasil positif yang mulai rajin dipungut anak-anak Merseyside. Mereka tak pernah kalah dalam tujuh pertandingan terakhir, dan memenangi lima di antaranya termasuk dalam derby melawan Everton akhir pekan lalu.
Jika berhasil mengalahkan Arsenal besok malam, sekaligus membalas kekalahan di pertandingan pertama mereka di Anfield, Liverpool masih ada di peringkat keempat. Namun, selisihnya dengan Arsenal tinggal dua poin, dan bisa menjaga jarak dengan Tottenham Hotspur, Manchester City atau Aston Villa.
Sementara itu Chelsea dan MU pun perlu mewaspadai lawan-lawan mereka di tengah pekan ini. Chelsea akan menjajal Everton di Goodison Park, sedangkan MU dijamu Villa di Villa Park.
Harap dicatat, di pertemuan pertama Frank Lampard cs ditahan The Toffees 3-3 di Stamford Bridge, dan "Setan Merah" malahan ditekuk 0-1 oleh Villa di Old Trafford lewat gol tunggal Gabriel Agbonlahor.
Kehilangan poin dalam pertandingan ke-26 ini tak cuma merugikan secara matematis, tapi juga bisa mempengaruhi faktor non-teknis bagi Chelsea dan MU, karena mereka tengah dalam tensi sangat tinggi dalam persaingan di antara mereka menjadi yang terbaik di akhir musim.
(Jadwal pertandingan selengkapnya lihat di sini)
(Jadwal siaran langsung klik di sini) (a2s/krs)











































