Arsenal memboyong Arshavin dari Zenit St Petersburg pada bursa transfer musim dingin lalu. Dengan cepat si pemain Rusia langsung menjadi salah satu pilar 'Gudang Peluru'.
Signifikansi Arshavin salah satunya dibuktikan ketika memborong empat gol Arsenal ke gawang Liverpool pada 21 April 2009. Pertandingan di ajang Liga Primer itu berkesudahan 4-4.
Β
Arshavin beraksi lagi dalam pertemuan pertama kedua tim musim ini. Di Anfield, (13/12/2010), gol Arshavin kembali memastikan kemenangan buat Arsenal, setelah sebelumnya Dirk Kuyt bikin Liverpool unggul dan gol bunuh diri Glen Johnson menyamakan skor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak pelak sosok Arshavin akan kembali bahaya utama untuk Liverpool yang belum pernah menang lagi di markas Arsenal selama 10 tahun terakhir. Apalagi dari sembilan laga tandang Liga Primer musim ini, mereka hanya bisa memenangi dua di antaranya.
Untungnya Liverpool juga punya pertahanan kokoh yang akan bikin Arshavin cs kesulitan. Dari enam laga tandang Liga Primer terakhirnya, 'Si Merah' berhasil empat kali mencatat clean sheets alias tak kebobolan.Β
Satu hal yang juga harus diwaspadai tembok bertahan Liverpool adalah serangan dari lini kedua Arsenal. Tercatat total 18 gol Arsenal musim ini lahir melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Jumlah itu melebihi tim lainnya.
Bukti berbahayanya gelandang Arsenal adalah data lain yang menyatakan bahwa hanya sekitar 18 persen gol Arsenal dicetak oleh barisan penyerangnya, sebuah jumlah persentase terendah di antara klub Liga Primer lain.
Arshavin sendiri saat ini lebih sering dipasang sebagai penyerang depan dan bukan lagi di sektor gelandang karena cedera pemain lini depan Arsenal. Akankah perpindahan posisinya ke depan akan mengurangi produktivitasnya ke gawang Liverpool?
(krs/a2s)











































