Pesan Ibunda Halangi Lampard ke Inter

Pesan Ibunda Halangi Lampard ke Inter

- Sepakbola
Rabu, 24 Feb 2010 00:14 WIB
Pesan Ibunda Halangi Lampard ke Inter
London - Setelah sang ibunda meninggal dunia, Frank Lampard sempat berpikir untuk bergabung dengan Inter Milan. Namun, ia malah teringat pesan sang ibu yang mengatakan Lampard telah banyak berutang budi pada Chelsea.

Ibu Lampard, Pat, meninggal dunia pada 24 April 2008 karena radang paru-paru. Pat tutup usia pada usia 58 tahun setelah sepuluh hari dirawat di rumah sakit.

Sejak saat itu Lampard acapkali mempersembahkan golnya untuk sang ibu. Usai membobol gawang lawan, gelandang berusia 31 tahun ini kerap mengarahkan kedua telunjuknya ke atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seusai musim itu, muncul kabar bahwa Lampard bakal menyusul Jose Mourinho yang kala itu baru ditunjuk melatih Inter.  Apalagi kala itu dirinya tak kunjung memperpanjang kontrak dengan Chelsea.

Kedekatan Mourinho dan Lampard membuat kepindahan Lampard ke Giuseppe Meazza seolah-olah tinggal menunggu waktu saja. Namun, pada akhirnya, tak ada deal yang terjadi. Lampard memutuskan untuk tetap di Chelsea.

"Saat itu, kalau mau jujur, saya sempat berpikir untuk hengkang ke Inter. Itu adalah masa-masa yang sulit dalam hidup saya dan semua orang tahu kedekata saya dengan Jose Mourinho," akunya di Chelsea TV.

Niat itu akhirnya urung terlaksana lantaran Lampard mengingat pesan sang ibu. Pat selalu mengatakan bahwa tempat pemilik nomor punggung delapan itu memang bersama The Blues, di mana para fans-nya tak segan-segan menyanyikan namanya.

"Saya pikir bahwa saya mengambil jalan hidup yang lain mungkin saja terjadi. Namun tak pergi ke Inter adalah keputusan terpenting yang pernah saya ambil. Saya menyadari apa yang ingin saya lakukan dan menyadari apa yang telah Chelsea berikan untuk saya."

"Saya tak akan lupa apa yang selalu dikatakan oleh ibu dan ayah saya, 'Jangan pernah melupakan lapangan di mana semua orang-orang menyanyikan namamu, jangan pernah melupakan apa yang diberikan orang-orang itu untuk seorang anak yang menyebrangi London dari West Ham'."

"Hal itu membuat saya berpikir jernih dan saya yakin bahwa saya telah membuat keputusan yang tepat," tandasnya.

(roz/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads