Utang MU yang kini telah nyaris menyentuh angka Rp 11 triliun tak pelak membuat seluruh suporter MU berang. Mereka mendesak sang pemilik, Keluarga Glazer, untuk segera out dan menjual klub tersebut.
Salah satu bentuk protes ketika banyak fans MU yang memakai atribut warna hijau dan emas -- simbol tim Newton Heath yang menjadi cikal bakal MU -- di pertandingan melawan Portsmouth, 6 Februari lalu. Kini lewat laga kontra West Ham yang akan digelar Rabu (23/2/2010) dini hari WIB, suporter The Red Devils akan kembali melancarkan serangan protesnya terhadap keluarga Glazer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi aksi itu dinilai kurang efektif oleh Keith Harris, seorang ahli keuangan sekaligus mantan bos Football League. Harris yang juga suporter setia 'Setan Merah' itu menyarankan fans juga harus memboikot pertandingan dan berhenti membeli merchandise klub.
"Kurang baik dengan datang terlambat 10 menit setelah kick off, mereka harus bisa lebih dari itu. Protes dengan hijau dan emas adalah mengagumkan, simbolis dan pesan yang signifikan tapi itu belum cukup untuk memaksa Glazers menjual kami."
"Jika cukup banyak orang (ribuan) untuk memboikot pertandingan dan tidak memperpanjang pembelian tiket (musiman) maka akan berhasil. Suporter harus melukai keluarga Glazer pada kantong (keuangan) mereka," demikian usulnya.
(din/roz)











































