Park sedang menjadi sorotan lagi di Old Trafford karena penampilan gemilangnya dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk donasi golnya saat MU menekuk AC Milan di Liga Champions dan mengalahkan Liverpool di Premiership akhir pekan lalu.
Tentu bukan tanpa alasan kuat seorang pemain asing mampu bertahan lama di klub sebesar MU. Park sudah di situ sejak 2005, tapi ia masih saja dicurigai sebagai "salesman" klub di Asia, khususnya di Korea Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak berpikir seperti itu (bahwa Park digaet untuk menjual kaus--Red)," ujar Ferguson dikutip AP. "Waktu saya lihat dia main di semifinal Liga Champions untuk PSV di tahun 2005, saya pikir dia pemain yang memahami sepakbola. Dia pintar, disiplin, dan bisa main di banyak posisi. Saya sama sekali tidak memikirkan soal itu."
Minggu lalu Park juga menegaskan bahwa MU tidak menarik dia untuk meningkatkan penjualan kaus tim, meskipun faktanya, dari dua tur pramusim terakhir di Asia, MU meraup keuntungan materi yang sangat besar.
"Saya tidak merasa direkrut semata-mata karena alasan komersial," tukasnya. "Saya ingin menunjukkan bahwa pemain-pemain Asia bisa sukses di Eropa."
Sejauh ini Park sudah terlibat dalam 145 pertandingan MU dan mencetak 15 gol di semua kompetisi.
(a2s/arp)











































