Pompey Urunan, Grant Khayalkan Abramovich

Pompey Urunan, Grant Khayalkan Abramovich

- Sepakbola
Rabu, 24 Mar 2010 14:50 WIB
Pompey Urunan, Grant Khayalkan Abramovich
Portsmouth - Portsmouth saat ini tengah dibelit jeratan utang, sampai-sampai harus urunan demi solidaritas. Situasi ini membuat Manajer Avram Grant berandai-andai. Dia berkhayal ada sosok seperti Roman Abramovich yang membeli dan menyelamatkan Pompey.
Β 
Seperti telah dikabarkan sebelumnya, ketiadaan uang sudah sedemikian merongrong Pompey sampai-sampai klub itu harus masuk administrasi untuk mencegah klub itu bangkrut.

Dengan keadaan finansial menipis, lima staf klub juga dipecat oleh petugas administrasi Andrew Andronikou. Namun, atas dasar solidaritas, seluruh pemain Pompey kemudian urunan untuk bisa mempekerjakan kelima staf itu lagi.

Diprakarsai oleh kiper David James, setiap pemain Pompey menyumbang 1500 poundsterling (Rp 20 juta). Grant yang konon belum digaji beberapa bulan pun tak mau kalah dan ikut menyumbang dari kantong sendiri.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkat sumbangan tadi, kelima staf yang terdiri dari dua petugas seragam, seorang tukang pijat, seorang analis dan seorang petugas lapangan bernama Tug Wilson, kini sudah aktif bekerja lagi.

"Aku tahu James ada di belakang semua ini, tapi seluruh pemain sudah luar biasa, menyenangkan bisa kembali lagi," kata Wilson, pria 64 tahun yang sempat berkecimpung di Angkatan Laut, seperti dikutip Daily Mail.

Perkara uang di kancah sepakbola profesional memang bukan hal sepele. Di saat Pompey terpuruk karena masalah uang seperti ini, Grant pun mengkhayalkan ada multi-jutawan yang datang dan menyelamatkan klub itu.

"Yang saya pahami, Portsmouth sudah membelanjakan uang lebih besar dari yang mereka mampu. Tapi andaikan saja ada Roman Abramovich B datang ke Portsmouth dan menggelontorkan 100 juta poundsterling, aku akan sangat senang. Aku bahkan sudah senang mendapat 1 juta poundsterlingm," ceplos Grant di ESPN Star.

Abramovich adalah bos Chelsea yang juga pernah ditangani Grant. Di bawah kepemilikan taipan Rusia tersebut, Chelsea bukan hanya menjadi klub kaya-raya tapi juga berprestasi.

(krs/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads