Van Persie terakhir kali merumput adalah saat memperkuat Belanda melawan Italia dalam ujicoba akhir November lalu. Tekel keras Giorgio Chiellini-lah yang memaksa Van Persie harus menepi karena mengalami patah engkel kaki kanan.
Tanpa Van Persie, Arsenal yang sedang melaju bagus di liga saat itu menjadi limbung, karena pemain 27 tahun tersebut saat itu tengah on fire dengan donasi delapan gol dari 11 laga awalnya. Dengan Van Persie Arsenal mencetak rata-rata 3,26 gol per laga sedang tanpa dirinya hanya mampu 1,77 gol per laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Van Persie dalam beberapa minggu terakhir membuat kejutan dengan proses pemulihan cederanya yang cepat. Bahkan Van Persie pun sudah turun berlatih dan bermain bersama tim amatir Arsenal.
Jika benar Van Persie diturunkan sebagai starter atau pemain pengganti, Arsenal akan mendapat suntikan moral di tengah badai cedera yang menghantam mereka. Sebelumnya Wenger sudah kehilangan mesin golnya seperti Andrei Arshavin dan Cesc Fabregas.
Van Persie dalam pertemuan pertama di Emirates mencetak dua dari tiga gol kemenangan tanpa balas Arsenal dari Spurs. Dan kemungkinan baliknya Van Persie itu disambut suka cita oleh rekan-rekannya terutama Nicklas Bendtner.
βMenyenangkan rasanya jika dia (Van Persie) bsia kembali. Dia mengalami cedera yang parah dan telah bekerja keras dalam latihan untuk bisa bermain lagi," tukas Bendtner di situs resmi klub
βJika kami bisa memainkannya di laga-laga terakhir ini, meski dia telah absen cukup lama, tapi kehadirannya akan menjadi suntikan moral untuk kami," pungkasnya.
Posisi Arsenal saat ini di peringkat ke-3 dengan 71 poin dan jika mampu menang dari Spurs, Arsenal akan melewati Manchester United (72 poin) di peringkat kedua.
(mrp/nar)











































