Lampu Sorot Tertuju pada Tevez

Lampu Sorot Tertuju pada Tevez

- Sepakbola
Rabu, 14 Apr 2010 05:38 WIB
Lampu Sorot Tertuju pada Tevez
Manchester - Dua rival dari kota Manchester, Manchester United dan Manchester City, akan saling berhadapan pada akhir pekan ini. Sebagai pemain yang pernah membela kedua kubu, Carlos Tevez pun berada di tengah lampu sorot.

Cerita antara Tevez dengan MU bisa dibilang sebagai cerita manis yang berakhir tak terlalu bagus. Dalam beberapa kesempatan, Tevez menyatakan bahwa sebenarnya dia bahagia berada di Old Trafford, namun para petinggi klub disebutnya tak serius untuk mempertahankannya.

Banderol 25 juta poundsterling yang dipatok untuk mempermanenkan statusnya kala itu disebut bos-bos 'Setan Merah' kelewat mahal. Maka jadilah Tevez dilepas, dan sialnya ia malah bergabung dengan City yang notabene adalah rival sekota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama The Citizens, Tevez kembali menemukan kenyamanan. Hal ini bisa dilihat dari 22 gol yang sudah dilesakkannya di Premier League musim ini. Catatan ini bahkan melampaui rekor gol Premiership-nya bersama MU selama dua musim, yang mana hanya berjumlah 19.

Hubungan Tevez dan MU pun "memburuk". Usai laga melawan The Red Devils September 2009 silam, Tevez berjanji untuk tak segan-segan berselebrasi andai dia membobol jala MU suatu saat nanti. Penyebabnya? Ia mengklaim bahwa ada beberapa pendukung MU yang mencemoohnya dalam laga tersebut.

Dan demikianlah yang terjadi. Pada pertemuan dengan MU di semifinal I Piala Carling, Tevez sukses mencetak dua gol dan ia pun merayakannya. Laga ini juga ditandai dengan adu mulut dirinya dengan Gary Neville yang menyebut dirinya tak pantas dibayar mahal oleh MU.

Kini, kala kedua tim akan berhadapan lagi, Sabtu (18/4/2010) di City of Manchester Stadium, Tevez mengatakan, dirinya masih merasakan sensasi yang luar biasa dari derby tersebut.

"Saya menyukai laga ini," ujarnya di Daily Mail. "Laga ini spesial, berbeda dari yang lainnya. Ada argumen di kepala saya mengenai mengapa saya merasa bersemangat untuk laga ini."

"Ini tak ada hubungannya dengan sorotan kepada saya. Saya tak pindah dari United ke City dengan kontroversi. Saya memang bermain untuk kedua tim, dan saya paham perasaan suporter dari kedua tim."

"Fans City telah bersikap baik kepada saya, sangat baik. Mungkin karena hal inilah laga ini menjadi berarti bagi saya," tukasnya.

Kini kemenangan atas MU pun menjadi tujuannya. Semata-mata bukan hanya faktor gengsi, tetapi juga lantaran City tengah ngotot untuk bisa finis di zona Liga Champions.

"Finis di posisi empat memang sulit, tetapi posisi kami cukup bagus. Lalu, di mana bahayanya untuk bisa finis di posisi empat? Kami sendirilah bahaya itu," tandasnya.

(roz/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads