Keinginan penyerang asal Rusia itu mulai mencuat pada musim panas tahun lalu. Merasa dirinya tak akan dipakai oleh pelatih Harry Redknapp, Pavlyuchenko menyatakan ingin hengkang, dan keinginannya ini terus disuarakannya berulang-ulang.
Namun demikian, Redknapp tak kunjung mau melepas Pavlyuchenko. Malah sebaliknya, ia tetap mempertahankan pemain berusia 28 tahun itu dan memilih untuk meminjamkan Robbie Keane ke Glasgow Celtic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan atmosfer yang sedemikian kondusif, Pavlyuchenko pun berubah pendirian. Sayang meninggalkan White Hart Lane kala Spurs tengah bagus. Apalagi mereka tengah berjuang untuk finis di zona Liga Champions pada akhir musim ini.
"Ketika tim terus meraih kemenangan dan saya bermain secara konstan, maka ini adalah sebuah relasi yang membahagiakan. Sekarang saya merasa manajer mempercayai saya dan saya tak akan mengecewakannya," ujarnya dalam wawancara dengan Daily Mirror.
"Saya sudah melupakan keinginan saya untuk meninggalkan Spurs pada musim panas dan saya berkonsentrasi pada satu hal; apa yang kita butuhkan untuk finis di posisi empat," tukasnya.
(roz/arp)










































