Sejak dibeli dari Manchester United musim panas Tevez langsung membuktikan dirinya pantas dibayar mahal. Indikatornya ada 28 gol dari 37 penampilannya di seluruh kompetisi musim ini sekaligus jadi topskorer klub itu. Dan seketika Tevez jadi pujaan publik City of Manchester Stadium.
Namun tak selamanya Tevez bahagia dengan status bintang di City. Beberapa waktu lalu Tevez mengeluh metode latihan yang diterapkan oleh Mancini. Maka ramai-ramai media Inggris memberitakan Tevez mulai tidak betah atau meminta kenaikan gaji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika pemain top tidak bahagia untuk bermain di sini lebih baik dia pergi mencari klub lain. Ini tidak hanya untuk Tevez namun untuk seluruh pemain," tegas Mancini di Reuters.
"Penting ketika seorang manajer atau pemain bekerjasama di dalam tim. Dia harus senang bermain di tim ini," sambungnya.
Maka Mancini pun meminta Tevez untuk tetap bermain sepenuh hati hingga akhir musim demi membawa City meraih tiket ke Liga Champions andaikata memang pemain 26 tahun itu sudah tak betah lagi. City masih punya tiga laga tersisa dan saat ini duduk di posisi ke-6 dengan 63 poin.
"Ini tidak baik untuk klub, skuad atau untuk pemain jika ia tidak bisa bekerjasama. Aku tidak tahu jika Carlos Tevez tidak bahagia tapi dia harus tetap bermain sungguh-sunguh karena kami masih punya tiga laga tersisa," tukas mantan manajer Fiorentina, Lazio dan Inter Milan itu.
"Untuk seluruh pemain, ini adalah momen krusial. Mereka harus bisa tampil sepenuh hati di atas lapangan," lugas Mancini.
(mrp/a2s)










































