Duel City kontra Spurs di City of Manchester, Kamis (6/5/2010) dinihari WIB layak disebut sebagai "mega duel". Pasalnya kedua tim ini mengusung kepentingan yang sama yakni finis empat besar di akhir musim.
Spurs berada di posisi keempat klasemen sementara dengan poin 67, sedang City berada satu strip di bawahnya dengan nilai 66.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melepaskan bola dengan cepat dan perlu kualitas untuk melakukan ini. Pemain juga dituntut untuk jeli mengamati arah bola, sentuhan mereka juga fantastis. Pemain kami brilian," kata manajer berjuluk Houdini itu.
Tim asal London Utara dan Manchester itu musim ini menunjukkan sebagai salah satu kekuatan baru di Liga Primer. Ada pun musim lalu keduanya berstatus tim medioker.
Duel tengah pekan ini bisa dikatakan kali pertama duel kedua klub yang diberi label big match. Diberitakan Daily Mail, pertemuan terakhir antara The Lilywhites kontra The Citizens yang berlabel "laga akbar" terjadi di final Piala FA 1981.
Ketika itu Spurs mengalahkan City 3-2 dalam partai replay yang digelar di Wembley (14/5/1981) setelah di pertandingan sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1. Baik di laga pertama mau pun laga replay, City selalu menjadi tim yang lebih dahulu unggul sebelum akhirnya bisa dikejar.
Bagaimana ceritanya di City of Manchester nanti? "Ini selayaknya final piala bagi kami. Kami berharap dukungan suporter sejak menit pertama hingga terakhir. Dukungan mereka selama ini sangat fantastis. Kami perlu suporter sebagai pemain ke-12, 13, dan 14," lugas manajer City Roberto Mancini.
Foto: Laga Tottenham Hotspur vs Manchester City di Liga Primer. Pertandingan yang digelar di White Hart Lane, London, 16 Desember 2009 ini dimenangi Spurs dengan skor 3-0 (Reuters) (nar/a2s)











































