Spurs baru saja memastikan posisi empat besar klasemen akhir Liga Primer, berbekal dengan kemenangan atas Manchester City tengah pekan lalu. Ini adalah Liga Champions pertama untuk Spurs.
Keberhasilan tersebut jelas tak lepas dari sentuhan tangan dingin Redknapp. Bukan apa-apa, saat dia masuk ke White Hart Lane bulan Oktober 2008, klub itu sedang terjerembab di papan bawah. Musim itu sendiri diakhiri Spurs dengan berada di posisi delapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang menerima penghargaan ini tapi ini adalah buah dari kerja tim dengan Kevin (Bond), Joe (Jordan), Clive (Allen), Tony (Parks), Tim (Sherwood), Les (Ferdinand), dan seluruh staf medis dan kepelatihan," ucap Redknapp di situs Spurs.
"Saya benar-benar hanya bagian dari tim. Semua ini karena para pemain dan apa yang sudah mereka capai. Sebuah kebanggaan besar buat saya untuk meraihnya," lanjut pria yang acap dijuluki Harry Houdini itu merendah.
Redknapp menyisihkan sejumlah kandidat lain seperti Carlo Ancelotti yang sedang mengejar gelar ganda bersama Chelsea dan Roy Hodgson yang mengantar Fulham ke final Liga Europa.
Redknapp menjadi orang kedua yang jadi Manajer Terbaik tanpa mengantar timnya jadi juara liga, semenjak diberlakukannya format Liga Primer. Sebelum Redknapp cuma ada nama George Burley yang meraihnya usai mengantar Ipswich menempati posisi lima di musim 2000/01.
(krs/krs)











































