Dasar LMA memilih Hodgson sebagai pelatih/manajer terbaik adalah karena ia mampu menyulap Fulham sebagai salah satu kuda hitam musim lalu. Dari tim yang di musim 2007/2008 hampir terdegradasi, The Cottagers pun bisa finis di posisi ketujuh musim lalu alias pencapaian terbaiknya di kancah Premier League.
Kehebatan Hodgson meracik Fulham yang tak punya pemain bintang itu berlanjut musim ini. Meski Fulham finis di posisi ke-12 namun keberhasilannya membawa Fulham melaju ke final Europa League 12 Mei nanti untuk menantang Atletico Madrid sudah jadi prestasi tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka tak salah jika LMA menobatkan pria London 62 tahun lalu itu sebagai yang terbaik di atas Carlo Ancelotti dan Harry Redknapp yang membawa Tottenham Hotspur lolos ke Liga Champions.
"Sejak bergabung dengan Fulham, Roy (Hodgson) telah merubah peruntungan klub ini," ujar presiden LMA Howard Wilkinson kepada Sky Sports.
"Dia dengan cepat menyelamatkan klub itu dari jurang degradasi lalu membawa mereka finis di posisi tertinggi dalam sejarah mereka musim lalu. Tahun ini ia mengkapitalisasi dasar itu dengan meraih sukses besar di Europa League musim ini," lanjut Wilkinson.
"LMA sangat merespek dia dan juga di level internasional di mana ia menularkan keajaibannya tak kurang di tujuh negara. Dia adalah figur yang hebat untuk semua manajer dan pelatih dan ia pantas mendapatkannya berkat pencapaiannya ini," tukasnya mengenai mantan manajer Inter Milan dan Udinese itu.
Selain Hodgson, LMA pun turut memberikan gelar manajer terbaik Divisi Championship terbaik pada Chris Houghton yang bisa membawa Newcastle United promosi kembali ke Premiership. Serta penghargaan khusus untuk Steve McClaren atas prestasinya membawa FC Twente jadi juara Eredivisie Belanda.
(mrp/krs)











































