Van Persie dan Dilema 'Sepakbola Indah'

Van Persie dan Dilema 'Sepakbola Indah'

- Sepakbola
Senin, 19 Jul 2010 11:34 WIB
Van Persie dan Dilema Sepakbola Indah
London - Robin van Persie serba salah. Di Arsenal, ia memainkan sepakbola indah namun hampa gelar. Sebaliknya, di Belanda, ia melupakan sepakbola indah tetapi masih juga tanpa gelar. Jadi apa arti sepakbola indah untuknya?

"Saya tahu seperti apa rasanya bermain sepakbola indah dan tak mendapatkan hasil yang diinginkan," demikian ucap van Persie kepada Daily Mail. Pemain berusia 26 tahun ini sudah kenyang kritik entah itu di level klub atau internasional.

Arsenal yang diklaim sebagai salah satu pemilik sepakbola cantik di Premier League sudah hampa gelar selama lima tahun. Ada suara-suara yang kemudian mengatakan, The Gunners sebaiknya melupakan sepakbola indah itu dan pentingkan saja hasil akhir. Arsene Wenger tak pernah setuju dengan "saran" tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan di 'Tim Oranye'. Saran yang ditujukan kepada Arsenal itu justru seperti dipraktikkan oleh Bert van Marwijk. Sang pelatih berani membuang Total Football yang selama ini menjadi kebanggaan publik Negeri Kincir Angin demi mendapatkan gelar.

Hasilnya? Sama saja. Jika acuannya adalah hasil akhir, Belanda jelas-jelas kalah dari Spanyol yang akhirnya menjadi pemegang trofi Piala Dunia. Lalu, apa kata van persie menanggapi hal ini?

"Orang-orang mengritik kami karena gaya bermain kami yang tak secantik Belanda biasanya. Tapi pertanyaan saya cuma satu: Mana yang akan Anda pilih, main cantik tapi tersingkir di fase grup atau mementingkan hasil tapi sampai ke final?"

"Sebelum Prancis angkat koper, Patrick Vieira mengatakan kepada saya, Anda tak perlu main cantik di fase grup Piala Dunia, tidak juga di babak selanjutnya. Hanya saja, Anda harus berkembang sebagai tim dan Anda akan mencapai level yang lebih tinggi."

"Hal itulah yang akan membawa Anda ke final. hal seperti itulah yang kami lakukan. Dalam laga melawan Brasil, kami bermain brilian di babak kedua," tukasnya.

Maka, van Persie pun memandang permasalahan di klub dan tim nasionalnya adalah sama. Di Arsenal, ia dan rekan-rekannya sering bermain cantik tapi kalah dari tim yang tak diunggulkan. Namun, van Persie melihatnya hanya masalah biasa di dalam sepakbola.

"Saya sudah sering melihatnya di Arsenal. Ketika kami bermain melawan tim semisal Bolton dan Blackburn, kami mendominasi permainan, kami memainkan sepakbola menyerang dan mereka mencetak gol dari lemparan ke dalam atau sepak pojok yang aneh. Lalu, kami malah harus mengejar mereka."

"Kritik yang saya terima di Belanda sudah saya dapatkan di Arsenal. itu sudah biasa. Anda tak mungkin menyerah tanpa memberikan perlawanan, kan?"


(roz/mrp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads