Musim lalu, Ancelotti datang dengan formasi diamond yang dulu diterapkannya di AC Milan. Awalnya, strategi itu bekerja dengan baik. Namun, lama kelamaan banyak tim sudah tahu cara menghentikannya. Ancelotti pun putar otak lagi.
"Setelah 10 sampai 15 pertandingan, lawan akhirnya tahu bagaimana menghadapinya dan jarak di lini tengah pun menjadi beredekatan. Lalu, mulailah dari saat itu kami menggunakan sayap," ujarnya di ESPN Star.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara khusus, pelatih asal Italia ini pun menyebut nama Nicolas Anelka dan Florent Malouda. Keduanya disebutnya versatile lantaran bisa memainkan peran yang berbeda-beda.
"Yang mengejutkan saya adalah Anelka, dari bagaimana perannya di awal sampai pergantian sistem di Januari. Dia bermain dengan baik bersama (Didier) Drogba ketika dia memainkan peranan lain, tak cuma sebagai penyerang."
"Lalu, dia melakukan peran dengan baik sebagai penyerang ketika Drogba bermain di Piala Afrika."
"Ada pula Florent Malouda karena setelah bermain bagus di awal musim, dia terus bermain di posisi yang berbeda-beda--dia bermain dengan baik sepanjang musim," tukas Ancelotti.
Sejauh ini, kekuatan Chelsea belum banyak berubah sejak musim lalu. Usai kehilangan Joe Cole dan Michael Ballack, mereka baru kedatangan satu pemain di sektor gelandang, yakni Yossi Benayoun.
(roz/din)











































