Torehan apik dibuat Spurs musim lalu, dengan mendobrak dominasi 'Big Four' Liga Primer. 'Lily Whites' berhasil finis di posisi empat di bawah Arsenal, Manchester United dan Chelsea, untuk meraih tiket terakhir ke Liga Champions --yang harus dilalui lewat playoff terlebih dulu.
Akan tetapi, selebrasi itu hampir saja "ternodai" saat Modric mulai dihubung-hubungkan dengan MU dan Chelsea. Setelah di masa lalu juga kehilangan Michael Carrick dan Dimitar Berbatov yang diboyong MU, ancaman kehilangan Modric yang sudah jadi pemain kreatif di Spurs jelas bikin Manajer Harry Redknapp kelimpungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya Modric bisa main di tim manapun di dunia, dia adalah seorang pemain sepakbola fantastis, kelas wahid," puji Redknapp seperti dikutip AFP.
"Dia adalah seorang pria kecil dan orang bilang dia tak bisa main sebagai gelandang tengah, tapi dia nyatanya sudah pernah tampil sebagai satu dari dua gelandang tengah melawan tim-tim yang bermain dengan tiga pemain di sektor itu dan dia bermain gemilang," lanjut sang manajer.
Saat ini Modric memang tengah jadi andalan Spurs. Tapi pada satu periode, pemain yang direkrut musim panas 2008 pada era manajer Juande Ramos tersebut malah sempat terpinggirkan.
Masuknya Redknapp menggantikan Ramos bulan Oktober 2008 mulai membawa angin segar untuk Modric. Pemain dengan tinggi 1,74 meter itu pun tampil jadi inspirator buat Spurs dalam mencapai posisinya saat ini. Dan bukan tak mungkin Spurs bersama Modric akan meraih lebih banyak lagi di masa mendatang.
"Tottenham sudah memberiku kesempatan bermain di Liga Primer dan aku ingin terus mencapai sukses besar di sini bersama mereka," tegas Modric.
"Memang ada banyak klub-klub besar yang menanyakan kemungkinan merekrutku, tapi aku tak punya niat pindah ke manapun. Finis di posisi empat musim lalu adalah indikasi posisi kami sebagai klub, dan aku merasa bisa lanjut lebih baik lagi dan mencapai semua yang aku inginkan di Spurs," imbuh si playmaker.
Spurs sendiri langsung mendapat lawan berat saat mengawali kiprah mereka di Liga Primer, dengan menjamu Manchester City yang musim lalu jadi rival berat Modric cs dalam finis di posisi empat.
(krs/a2s)
