Sejak didatangkan ke Stamford Bridge musim 2004/05, Drogba berhasil berkontribusi atas hadirnya gelar Liga Primer, Piala Liga, Piala FA, dan Community Shield, plus mengantar tim London Barat itu ke final Liga Champions tahun 2008.
Seperti dikutip dari Guardian, pemain depan berusia 32 tahun itu membukukan 129 gol dari 257 penampilannya bersama Chelsea. Tapi siapa yang menyangka bahwa di balik agresifitas Drogba, ternyata mantan pemain Marseille itu bermain dengan menahan rasa sakit?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan lalu pemain bernama lengkap Didier Yves Drogba Tebily itu menjalani operasi untuk penyembuhan hernia yang dideritanya.
"Sekarang saya sangat senang karena rasa sakit itu sudah hilang dan saya merasa lebih bebas. Saya benar-benar merasakan sesuatu yang lain melawan Manchester United (di Community Shield) karena beberapa tahun lalu saya membutuhkan obat sebelum bermain. Kini perasaan saya bisa lebih baik. Tidak ada lagi tekanan pada kunci paha," jelas dia.
Pemain yang memiliki 71 caps untuk Pantai Gading itu belum bisa berjanji apakah permainannya bisa lebih baik dibanding sebelumnya atau tidak. Drogba menjelaskan dengan tuntasnya problem hernia yang dihadapi, maka dia kemungkinan bakal melakukan penyesuaian terhadap gaya permainannya.
"Saya sudah belajar bagaimana bermain sambil menderita hernia, bagaimana berurusan dengan masalah itu dan saya harus menyesuaikan gaya permainan saya. Jadi sekarang, mungkin, saya harus mengganti gaya permainan saya lagi. Saya tidak tahu apakah saya bisa lebih baik lagi daripada musim sebelumnya. Namun saya yakin bakal merasakan kondisi yang lebih baik karena bisa melakukan pergerakan lebih bebas. Saya akan senang bila kami bisa seperti musim lalu," tutupnya.
(nar/krs)











































