Kala Premier League 2009/10 mencapai kata finis, Arsenal mendarat di posisi tiga klasemen. Mereka tertinggal relatif jauh dari Manchester United yang ada di urutan dua, yakni dengan 10 poin.
Vermaelen, yang kala itu baru menjajaki musim pertamanya di Liga Inggris, menyebut bahwa timnya sering lengah sehingga banyak kehilangan poin di laga yang seharusnya bisa dimenangi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda melihat pertandingan-pertandingan di mana kami kalah, setiap laga punya cerita tersendiri," ujarnya di ESPN Star.
"Dalam sepakbola, sulit untuk tampil di level tertinggi pada setiap laga, dan malah hal inilah yang harus kami lakukan setiap tahun. Sekarang kami setahun lebih tua, sudah lebih berpengalaman."
"Bagi saya sendiri, sebagai individu, saya sudah belajar banyak tahun lalu dan berharap kini lebih baik," tandasnya.
Arsenal tak banyak melakukan perombakan skuad dibanding musim lalu. Kalaupun ada itu adalah kedatangan Marouane Chamakh untuk menambah amunisi di lini depan.
Meski sulit, Arsenal tetap optimistis bisa meraih sesuatu musim ini. Hasil akhir siapa yang tahu.
"Saya merasakan tekanan yang sama seperti musim lalu. Hal itu bisa berarti bagus untuk tim dan saya, yang mana artinya saya harus menampilkan yang terbaik untuk memenangi sesuatu."
"Perbedaannya sekarang, segalanya bukan hal yang baru lagi buatsaya. Tapi, terkadang, musim kedua jauh lebih sulit dari musim pertama," tandas Vermaelen.
(roz/rin)










































