"Saya pikir begitu (City akan berhenti berbelanja). Milner adalah pemain muda yang bagus dan dapat bermain di segala posisi, di tengah dan sayap," tegas Mancini kepada Sky Sports.
Sebelum mendatangkan Milner, Mancini sudah menguras brankas klub dengan mendatangkan Jerome Boateng, Yaya Toure, David Silva, Aleksander Kolarov dan Mario Balotelli. Dengan begitu City sudah membelanjakan uang sebesar 100 juta poundsterling atau sekitar Rp 1 triliun!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pola konsumtif yang dianut City itu bukannya tanpa halangan sebab banyak klub Liga Inggris termasuk anggota Big Four mengkritik gaya mereka. Selain dinilai menghambur-hamburkan uang, harga pemain di pasaran pun melonjak jauh.
"Serangan" terakhir ke kubu City datang dari mulut Sir Alex Ferguson yang menyebut langkah City itu sebagai kamikaze alias "bunuh diri". Menurut Fergie uang dan pemain bintang berlimpah tak menentukan kesuksesan sebuah tim.
Mancini pun membalasnya dengan "halus", apa katanya?
"Jika Anda ingin membeli pemain baru maka anda harus mengeluarkan uang. Itulah pasar. Saya merespek opininya (Ferguson) namun Manchester United, bukan Manchester City, di masa lalu pun membelanjakan banyak uang," pungkas Mancini.
Musim lalu City hanya mampu finis di posisi kelima klasemen akhir Liga Inggris. Bagaimana musim ini? Kita lihat saja.
(mrp/krs)











































