'City Bisa Besar kok'

'City Bisa Besar kok'

- Sepakbola
Senin, 23 Agu 2010 15:25 WIB
City Bisa Besar kok
Manchester - Banyak orang sepertinya sinis dengan cara Manchester City membangun timnya dan tak yakin mereka bisa sukses. Tapi ada bukti sebuah klub yang akhirnya kaya raya bisa menjadi besar.

City boleh dianggap sebagai klub paling ambisius saat ini. Dengan gelontoran uang tak terbatas dari raja minyak dari Timur Tengah, mereka memborong pemain kelas dunia tanpa memperhatikan harganya.

Di musim panas ini saja mereka sudah menghabiskan dana 122 juta poundsterling, atau sekitar Rp 1,7 triliun. Tak heran jika mereka mencanangkan target besar, yakni finish empat besar, bahkan kalau bisa sekalian juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Chelsea pernah melakuan (cara) ini. Kalau boleh saya katakan, mereka bukanlah penantang gelar juara sebelum Roman Abramovich mengambil alih klub. Sejak dia datang, mereka memenangi banyak titel," tutur manajer Liverpool Roy Hodgson, yang timnya akan bertemu City Senin (23/8/2010) malam ini.

"Blackburn Rovers juga pernah begitu dengan Jack Walker. Dari sebuah klub yang tak pernah memenangi apapun, mereka lalu mengeluarkan banyak uang untuk merekrut Alan Shearer, Chris Sutton dan Tim Sherwood. Kalau kita bisa lihat itu berhasil pada Chelsea dan Blackburn, kenapa tidak mungkin buat Manchester City?"

Hodgson juga memberi analisis tentang Roberto Mancini yang punya misi sangat berat itu. Untuk tim yang sudah berinvestasi sangat besar, tuntutan pada pelatih pasti sangat tinggi. Ia memperkirakan, jika City gagal masuk tiga besar di akhir kompetisi atau zona Liga Champions, mereka pasti akan "terguncang".

Menurut Hodgson, yang sama seperti Mancini pernah menukangi Inter Milan, mantan penyerang internasional Italia itu dinilai memiliki kemampuan untuk menghadapi segala tekanan di City.

"Mancini pernah bekerja di Inter dan saya rasa tidak ada satu pun pelatih Inggris yang pernah mendapatkan tekanan seperti itu di Italia. Inter adalah Inter. Itulah tekanan sesungguhnya. Inter adalah sebuah institusi sepakbola Italia, bahkan melebihi AC Milan," paparnya seperti dilansir Guardian.

Inter, sambung Hodgson, sudah kuat sejak era 1960-an, sedangkan AC Milan baru mulai meraih masa jayanya di zaman 90-an.

"Dia (Mancini) pernah bekerja di sana, menjadi pemain top Sampdoria dan Lazio, dan memenangi gelar juara dengan kedua klub tersebut. Tekanan bukanlah sesuatu yang akan menyulitkan dia betul-betul. Dia bisa sukses kok di City," pungkas Hodgson.

(a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads