Gallas menjadi pemain bernama besar teranyar yang transfernya melibatkan dua klub London Utara, Arsenal dan Spurs, semenjak kepindahan Sol Campbell --pindah dari Spurs ke Arsenal tahun 2001.
Bukan hanya itu, Gallas pun sekaligus menjadi pemain pertama yang memperkuat tiga klub raksasa di Kota London, setelah sebelumnya juga pernah membela Chelsea, yang dia tinggalkan secara kontroversial di tahun 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini memang bukan sebuah keputusan mudah, tapi saya toh sudah ada di sini sekarang dan saya akan memberikan yang terbaik. Yang terpenting buat saya adalah bermain dan tampil maksimal," tegas Gallas menepis potensi cibiran dari fans Arsenal nanti, seperti dikutip situs resmi Spurs.
Langkah Gallas bergabung dengan Spurs juga dipertanyakan sejumlah orang yang meyakini kalau dia hanya membidik uang, hal yang sudah membuatnya tak memperpanjang kontrak dengan Arsenal setelah klub itu tak menyetujui permintaan gaji Gallas.
Meski begitu, Gallas bersikeras kalau Spurs punya potensi besar. Argumentasinya adalah posisi empat Liga Primer yang ditempati Lily Whites musim lalu. Pemain yang kini berusia 33 tahun itu bahkan yakin Spurs memiliki kans juara musim ini.
"Finis di posisi empat musim lalu menunjukkan Spurs sudah jauh membaik dan saya harap musim ini kami akan finis lebih tinggi lagi, bahkan mungkin memenangi Liga Primer."
"Kami hanya harus percaya dengan diri kami sendiri. Kami punya para pemain muda dengan kualitas bagus. Mereka hanya harus meyakini kapasitas mereka untuk mencapai sesuatu dan saya harap kami akan mencapainya," simpul Gallas.
(krs/din)










































