Lahir dan besar di Prancis, Chamakh untuk pertama kalinya meninggalkan Girondins Bordeaux, yang merupakan klub profesional pertamanya sejak berusia 19 tahun. Di musim panas ini ia diboyong ke London utara untuk berseragam The Gunners.
"Ada perbedaan persiapan antara Bordeaux dan Arsenal. Di sini lebih pendek, tapi jauh lebih intens," tutur pria Maroko itu kepada Mirror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun sudah membuka rekening gol untuk klub barunya ini, saat Arsenal mengalahkan Blackpool di liga, Chamakh mengaku masih perlu meningkatkan kecepatannya.
"Semua pertandingan di sini sangat cepat. Kita seakan-akan harus terus berada di pinggir dan bola seperti tidak pernah keluar," tukas pemain berusia 26 tahun itu.
Walaupun baru sekitar satu bulan hidup di Inggris, Chamakh sudah merasa kerasan dengan lingkungan barunya ini.
"Saya belum terlalu bisa berbahasa Inggris, tapi saya mengambil kursus. Untungnya, banyak pemain berbahasa Prancis di dressing room Arsenal."
Berdasarkan evaluasi pribadi, Chamakh merasa sejauh ini permainannya cukup baik. Ia menargetkan, setelah selusin pertandingan ia akan merasa kian terbiasa dengan Premier League.
(a2s/a2s)











































