Dengan membanjirnya dana dari Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, City kini seperti bisa membeli pemain mana pun yang mereka inginkan--dan dengan harga berapa pun. Maka, skuad The Citizens kini menjadi kosmopolitan.
Banyak pemain-pemain asing yang masuk kategori top, seperti Carlo Tevez, David Silva, Kolo Toure, Nigel De Jong, Emmanuel Adebayor hingga Yaya Toure. Sekilas terlihat bahwa City hanya diramaikan oleh pemain dari luar Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara total, City masih memiliki 13 pemain asli Inggris di skuad senior. Bandingkan dengan Arsenal yang hanya memiliki tiga; Theo Walcott, Kieran Gibbs dan Jack Wilshere.
Belakangan, nama-nama seperti Barry, Hart, Milner dan Johnson nyaris selalu masuk skuad utama Inggris. Di belakang mereka masih menyusul Lescott atau Wright-Phillips yang siap tampil sebagai pelapis. Wajar kalau kemudian Barry yakin, di masa depan City bisa menjadi tulang punggung Inggris yang sesungguhnya.
"Ini brilian bagi klub, memiliki banyak pemainnya di lapangan (memperkuat Inggris). Ini menunjukkan kualitas yang kami punya di City," ujarnya kepada The Sun.
"Sangat menyenangkan memiliki poros dari pemain-pemain asli Inggris," lanjutnya.
Barry kemudian memberikan contoh dengan menyebut United dan Chelsea masih bisa meraih sukses dengan tetap mempertahankan pemain-pemain Inggris di dalam timnya. Ia berharap, City bisa mengikuti kedua klub tersebut.
"Anda bisa melihat dua tim teratas dalam beberapa tahun terakhir, Chelsea dan Manchester United, mereka punya tulang punggung dari pemain-pemain Inggris dan bisa mencapai sukses."
"Kami harus bekerja keras dan saya harap kami bisa sesukses mereka," tandasnya.
(roz/din)











































