'Tekel Boleh, tapi Ada Batasnya'

'Tekel Boleh, tapi Ada Batasnya'

- Sepakbola
Rabu, 15 Sep 2010 11:50 WIB
Tekel Boleh, tapi Ada Batasnya
London - Arsene Wenger selama ini dikenal sebagai pelatih yang cukup vokal mengomentari tekel. Wenger ternyata cukup "ramah" mengenai tekel, namun tak terlalu permisif.

Manajer Arsenal itu menjadi vokal lantaran punya pengalaman beberapa pemainnya harus cedera akibat tekel. Beberapa di antaranya cukup parah sehingga harus absen cukup lama.

Beberapa pemain Arsenal yang pernah terkena korban tekel horor adalah eks-penyerang, Eduardo da Silva, dan Aaron Ramsey. Teranyar, Abou Diaby, harus masuk ruang perawatan akibat engkel. Gara-garanya Diaby dilanggar relatif keras oleh kiper Bolton Wanderers, Paul Robinson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira, wasit-wasit Inggris berbeda ketika memimpin laga-laga Eropa. (Di Liga) Mereka agak sedikit permisif terhadap kiper dan komitmen," ujarnya di ESPN Star.

"Tapi, terlalu banyak perlindungan juga akan memebuat pertandingan menjadi membosankan. Saya telah melihat beberapa negara yang sedikit saja memberikan sentuhan di pundak langsung dijatuhi pelanggaran. Pertandingan pun jadi membosankan karena mereka terlalu banyak menginterupsi laga."

Lalu, mana yang disukai Wenger? Pertandingan yang banyak tekel atau sedikit-sedikit meniup peluit?

"Saya jauh lebih memilih filosofi sepakbola Inggris. Tapi Anda harus ingat bahwa setiap orang mengincar bola, dan hanya bola."

Rabu (15/9/2010) dinihari WIB, satu pemain Premier League lagi terkapar di Liga Champions akibat tekel, yakni Antonio Valencia. Gelandang Manchester United itu patah engkel kaki kiri setelah dilanggar pemain Glasgow Rangers, Kirk Broadfoot.
(roz/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads