Hodgson Dikejar Deadline

Hodgson Dikejar Deadline

- Sepakbola
Senin, 04 Okt 2010 11:31 WIB
Hodgson Dikejar Deadline
Liverpool - Dalam sejarah panjangnya Liverpool memang nyaris tak pernah memecat manajernya. Tapi jika Roy Hodgson masih begini-begini saja racikannya, mungkin saja ia akan menjadi sebuah pengecualian.

Liverpool dalam periode sangat buruk karena saat ini ada di posisi tiga dari bawah di klasemen sementara Liga Inggris. Ini adalah start terburuk mereka di era Premiership, juga dalam 54 tahun terakhir.

Jika sebuah klub besar tampil buruk, adalah lumrah jika sorotan utamanya adalah manajer. Hodgson, yang dikontrak pada Juli lalu, sejauh ini cuma memenangi 40 persen pertandingannya untuk The Reds. Dari 15 pertandingan di semua kompetisi, ia hanya menang enam kali, seri lima kali dan kalah empat kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekalahan dari tim promosi Blackpool tadi malam menjadi puncak rasa frustrasi Liverpudlians pada performa timnya sejauh awal musim ini. Bursa taruhan juga mulai berhitung. Pria berusia 63 tahun itu kini merayap ke atas di daftar manajer yang diprediksi paling cepat dipecat di musim ini. Peluangnya hanya kalah besar dari Avram Grant (West Ham) dan Roberto Martinez (Wigan). Bursa itu memberi Hodgson koefisiensi 4/1, padahal satu setengah minggu yang lalu ia hanya punya 20/1.

Soal pemecatan, Liverpool memang tidak punya kebiasaan memecat manajer. Situs Wikipedia mencatat, satu-satunya figur yang "malang" itu adalah Don Welsh, yang dipecat di tahun 1956, setelah "Si Merah" menyelesaikan satu musim di divisi dua dan kembali ke level top.

Pelatih yang digantikan Hodgson, Rafael Benitez, santernya memang dipecat. Namun, Liverpool memakai istilah "kesepakatan bersama" -- dengan sejumlah kompensasi. Istilah itu dipercaya orang sebagai eufimisme untuk pengganti kata pemecatan -- sama ketika Gerard Houllier (di)berhenti(kan) dari Anfield di tahun 2004.

Nama-nama baru pun dimunculkan untuk semakin "mengganggu" ketenangan Hodgson. Eks bos Aston Villa Martin O'Neill paling dijagokan, disusul oleh legenda yang selalu dicintai publik Liverpool, Kenny Dalglish.

"Bagusnya" Hodgson bukan orang yang selalu membela diri. "Saya bertanggung jawab, karena saya adalah manajer tim," demikian ujarnya setelah kalah dari Blackpool tadi malam.

"Kalau tim bermain buruk dan kritikan akan menimpa, saya harus menerima itu," sambungnya.

Sampai saat ini belum terdengar gosip-gosip di level manajemen bahwa keberadaan Hodgson mulai ditimang-timang lagi. Bagaimanapun, memecat seseorang membuat klub harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk kompensasi, sedangkan Liverpool masih dililit utang besar.

Kunci masih ada pada Hodgson. Ia dikejar deadline untuk segera melakukan perubahan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi jika ingin menyelamatkan Liverpool dan dirinya sendiri. Sekarang ia punya waktu evaluasi dua minggu sebelum melakoni pertandingan berikutnya, yakni derby Merseyside melawan Everton pada 17 Oktober.
(a2s/nar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads