Demikian terungkap dalam laporan keuangan klub tersebut untuk periode 2009/2010 yang dirilis Jumat (8/10/2010) waktu setempat.
Sepeti dikutip dari Yahoosports, untuk periode keuangan yang berakhir 30 Juni lalu MU sesungguhnya mencatatkan rekor pendapatan yang mencapai US$ 455 juta (Rp 4,045 triliun). Sementara keuntungan operasional klub untuk kali pertama menyentuh angka US$ 159 juta (Rp 1,445 T).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah memiliki struktur keuangan jangka panjang, keuntungan yang terus berkembang, kami mengendalikan pengeluaran kami β total gaji sebesar 46% dari keuntungan β dan kami bisa membayar bunga dari keuangan jangka panjang kami," papar Presiden EksekutifΒ David Gill.
Laporan keuangan terbaru ini bisa menjadi senjata terbaru kelompok anti-Glazer yang dalam beberapa musim ke belakang gigih memperjuangkan bebasnya MU dari pengusaha asal Amerika Serikat itu. Sebagai catatan, The Red Devils tak punya utang sebelum Keluarga Glazer mengambil alih klub pada tahun 2005 lalu.
Angka terakhir menunjukkan kalau bunga utang MU mencapai jumlah US $ 64 juta (Rp 581,818 M), yang membuat total utang 'Setan Merah' menggelembung ke posisi US$ 832 juta (Rp 7,563 T). Jumlah tersebut belum termasuk US$ 359 juta (Rp 3,263 T) pembayaran pinjaman, yang terkena bunga 16,25 %.
(din/arp)











































