Mulai Selasa (12/10) sore WIB ini, Dewan Direksi klub, Royal Bank of Scotland (RBS) serta owner lama George Gillet dan Tom Hicks, tengah berada di London untuk mengikuti persidangan mengenai sengketa yang terjadi, menyusul sedang berlangsungnya proses akuisisi oleh New England Sport Ventures (NEVS) sejak pekan lalu.
NEVS, yang memiliki tim baseball Boston Red Sox itu, mengajukan tawaran sebesar 300 juta poundsterling dan telah diterima oleh chairman Liverpool Martin Broughton. Dengan begini utang sebesar 285 kepada RBS bisa langsung dilunaskan oleh NEVS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada persidangan itu wakil duo Amerika Serikat itu mengatakan kesalahan dewan direksi adalah mereka terlalu buru-buru menerima tawaran dari NVES tanpa mempertimbangkan yang lain. Namun board menilai langkah mereka itu sudah tepat karena Broughton ditugaskan sejak April lalu untuk mencari investor baru.
Jika sampai hari Jumat (15/10) mendatang kasus di persidangan ini tidak usai maka Liverpool akan masuk ke administrasi Premier League dan mendapat pengurangan nilai sembilan. Jelas hal ini tidak dimaui oleh para fans dan pemain Liverpool.
Di tengah ketatnya proses jual beli itu datang lagi penawar terbaru dari kawasan Asia Tenggara yaitu Lim yang adalah miliarder asal Singapura. BBC baru saja memberitakan Peter telah menaikkan tawarannya menjadi 360 juta pound dengan rincian 320 juta untuk membeli klub serta menghapus utang RBS. Sisa 40 juta pound digunakan untuk membeli pemain baru.
"Seperti tawaran yang telah diajukan sebelumnya, penawaran yang baru ini dalam bentuk uang tunai dan akan menghapuskan utang sebesar 200 juta pound dari pemilik lama dan telah menyebabkan klub dalam ketidakpastian," tutur juru bicara Lim seperti dilansir Reuters.
Tapi Lim, yang ternyata adalah fans Manchester United, itu harus menunggu hingga persidangan itu usai sebab NEVS telah diakui oleh Premier League sebagai penawar resmi pertama. Jika nantinya dalam persidangan itu RBS dan dewan direksi kalah, maka Lim baru bisa masuk dalam proses takeover ini.
===
Foto: Suasana saat persidangan di The Royal Court of Justice sedang berlangsung.(Getty Images/Oli Scarff)
(mrp/a2s)











































