Seperti diberitakan sebelumnya, penjualan Liverpool kepada John W Henry yang memiliki New England Sport Ventures (NESV) terhambat karena Hicks-Gillet sebagai pemilik lama tak setuju dengan keputusan chairman Martin Broughton tersebut. Kedua pria asal Amerika Serikat itu menganggap mereka tidak diberitahu soal deal itu dan tawaran NESV tak sesuai dengan keinginan mereka.
Keduanya lalu membawa kasus ini ke pengadilan dengan lawannya adalah pihak Royal Bank of Scotland (RBS) sebagai kreditor, dan Broughton sebagai wakil dari dewan direksi klub. Persidangan hari pertama kemarin masih mendengarkan pendapat tiga pihak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya kalah, Hicks-Gillet pun harus membayar persidangan tersebut, mengalami kerugian sebesar 140 juta poundsterling serta banding atas putusan itu ditolak oleh hakim Justice Floyd. Namun Guardian memberitakan bahwa keduanya bisa mengajukan banding di pengadilan banding.
"Kami sangat senang dengan keputusan sidang yang mengklarifikasi masalah susunan direksi & ketidakpastian menyangkut penjualan. Sekarang kami berkonsultasi dengan tim pengacara kami dan mengadakan rapat direksi nanti malam. Pernyataan lain menyusul," bunyi pernyataan resmi klub.
Dengan begini Liverpool pun bisa segera memastikan NESV atau pun pengusaha Singapura, Peter Lim, sebagai pemilik baru mereka. Ini bisa jadi penyuntik semangat bagi The Anfield Gank yang tengah terpuruk di zona degradasi saat ini. Sekaligus juga mengakhiri "derita" klub sejak Hicks-Gillet datang ke kota pelabuhan tiga tahun lalu.
Well done, Reds!
(mrp/a2s)










































