Sabtu (16/10/2010) kemarin Liverpool akhirnya resmi berpindah tangan. Setelah selama beberapa tahun dikuasai Tom Hicks dan George Gillett, The Reds kini sah menjadi kepunyaan New England Sports Ventures (NESV) yang diimpin pengusaha asal Amerika Serikat John W Henry.
Hengkangnya Gillet dan Hicks dari Anfield diharapkan Liverpudlian akan memberi klub mereka kebangkitan dalam persaingan di Liga Inggris dan Liga Champions. Meski di awal kedatangannya Hicks-Gillett sempat memberi janji-janji manis, fans klub tersebut sudah lama jengah dengan kurangnya investasi yang ditanamkan dalam hal pembelian pemain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tahun setelah diakuisisi oleh Henry, Red Sox memenangi World Series Title, gelar pertama mereka sejak 1918. Tiga tahun kemudian, pada 2007, mereka kembali meraih gelar yang sama. Sebuah kondisi yang membuat fans Liverpool bisa menatap optimistis masa depannya.
Sayang, awal periode yang diharapkan akan berjalan manis tersebut ternyata berakhir pahit. Dalam laga penuh gengsi bertajuk Derby Merseyside, Steven Gerrard cs takluk dengan skor 0-2. The Kop bermain seperti tanpa semangat, padahal di tribun penonton datang pemilik baru mereka John W Henry .
Sebelum pertandingan tersebut, Direktur NESV, Tom Werner menyebut kalau posisi Roy Hodgson' sebagai manajer masih aman. Alasannya, musim kompetisi masih muda dan Hodgson masih butuh adaptasi.
Namun menyusul kekalahan atas Everton tersebut, opsti terbaik Henry bisa jadi adalah mencari pelatih baru, di samping membeli pemain di musim dingin nanti tentunya. (din/nar)











































