Zigic memiliki keistimewaan tersendiri karena tubuhnya yang menjulang. Dengan ukuran 202 cm, ia tercatat sebagai pemain tertinggi yang bermain di Liga Inggris di musim ini. Ditambah beratnya yang 90 kg, tak berlebihan jika ia disebut "raksasa".
Pemain berusia 30 tahun itu direkrut Birmingham musim panas kemarin dari Valencia seharga enam juta poundsterling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zigic sempat sebal karena cepat dinilai gagal di awal karirnya di Inggris. Fans Birmingham pun terkesan "biasa-biasa saja" pada dia. Soal utama, dia belum produktif.
Ia baru mencetak gol di pertandingannya yang keenam untuk Birmingham. Itu pun di ajang Piala Liga, saat timnya mengalahkan tim divisi tiga, Milton Keynes, dengan skor 3-1.
"Di era sepakbola hari ni, kecuali Anda bisa mendapatkan hasil yang instan, orang-orang bisa langsung mengkritik Anda," cetus Zigic beberapa waktu lalu, setelah dia menorehkan gol pertamanya di Premiership, saat Birmingham kalah 1-2 dari Arsenal.
"Aku datang dari liga yang berbedadan butuh belajar. Mengkritik aku atau pemain lain setelah dua atau tiga bulan, itu gila dan tidak adil. Aku masih butuh bekerja lebih keras. Kalau berhasil, fans pasti akan mendukungku."
Akhir pekan ini dukungan ini sepertinya mulai membaik. Zigic kembali mencetak satu gol saat Birmingham menang 2-0 atas Blackpool tadi malam (Sabtu, 23/10). Inilah kemenangan pertama skuad asuhan Alex McLeish itu dalam tujuh laga terakhirnya.
"Gol memberikan kepercayaan diri buat para penyerang, dan ini akan menjadi dorongan besar lain untuk si orang besar ini," ujar McLeish seusai pertandingan, dikutip espnstar.
Ditambahkan sang manajer, Zigic sudah berusaha keras beradaptasi dengan gaya permainan di Inggris. Tapi soal ketajaman, penyerang-penyerang lain yang dia miliki pun belum mencapai level itu.
Yang jelas, mendulang dua gol dalam dua laga terakhir membuat Zigic sudah bisa menunjukkan kepada suporternya bahwa dia tidak gede badan doang.
(a2s/a2s)











































