Scolari hanya bertahan tujuh bulan sebagai arsitek Chelsea sebelum dipecat pada Februari 2009. Pekerjaannya dilanjutkan oleh Guus Hiddink, dan di akhir musim The Blues cuma duduk di urutan tiga di Premier League tapi masih mendapatkan satu trofi, Piala FA.
Sepanjang era Roman Abramovich sejauh ini, Scolari boleh dibilang pelatih terburuk yang digaet di awal musim. Akan tetapi yang bersangkutan tidak merasa tidak memberikan apa-apa untuk klub London tersebut. Ia menganggap punya jasa pada pemain-pemain tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain lain yang ia poles adalah Salomon Kalou. Dia bilang, dulunya Kalou cuma bisa berlari kencang dan tak bisa menggiring bola dengan baik. Tapi setelah dilatih (dengan palang-palang di lapangan), penyerang Pantai Gading itu kini bisa melakukan itu dengan baik.
"Didier Drogba juga. Dia pernah punya masalah serius di lutut, tapi sekarang sudah oke berkat pekerjaan saya juga, bukan cuma dokter tim. Saya menolak memainkan dia kalau sedang cedera, dan saya pernah punya masalah dengan dia gara-gara itu," tambah Scolari.
"Tapi dalam 20 atau 30 tahun ke depan, akan ada dua atau tiga pemain yang akan terus sukses. Saya yakin, mereka pasti akan mengingat saya."
Scolari bergabung ke Stamford Bridge kurang setahun tim itu kehilangan pelatih tersuksesnya sejauh ini, Jose Mourinho. Hengkangnya Mourinho dianggap memberi dampak besar pada sebagian pemain, dan itu pula menjadi salah satu tugas Scolari.
"Saya ingin mereka kembali ke permainan terbaiknya. Bukan cuma untuk Chelsea tapi juga buat karir mereka, dan mereka tak bisa melihat hal itu. Mereka cuma mau main di setiap pertandingan," tambah pria berjulukan 'Big Phil' yang kini melatih Palmeiras itu. (a2s/nar)











































