Statistik mencatat, dari enam pertemuan terakhir mereka di semua kompetisi, tercipta 25 gol. Itu berarti rata-rata empat gol di setiap game. Di edisi terakhir di babak ketiga Piala Carling 21 September lalu, tercipta lima gol -- Arsenal menang 5-1.
Untuk sekadar perbandingan, derby Manchester hanya menghasilkan 15 gol dari tujuh edisi terakhirnya di liga. Saat Manchester United dan Manchester City berduel 10 November lalu, papan skor tidak berubah dari kickoff sampai bubaran alias 0-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan terbesar Arsenal adalah 6-0 di pertandingan liga pada 6 Maret 1935. Sukses terbesar Spurs mengalahkan rivalnya itu terjadi pada 4 April 1983, saat menang 5-0 juga di pertandingan liga. Adapun skor terbesar dalam sejarah pertemuan mereka adalah 5-4, saat Arsenal mengalahkan Spurs di liga pada 13 November 2004.
Catatan lain, kali terakhir Arsenal bermain di Emirates Stadium adalah 7 November, dan mereka kalah 0-1 dari Newcastle United. Namun, selama 13 tahun mereka tak pernah kalah dua kali berturut-turut di pertandingan liga.
Spurs telah kebobolan 15 gol dari tujuh pertandingan liga dan Piala Liga terakhirnya. Mereka tak bisa clean sheet sejak menahan Manchester City 0-0 di pekan pembuka musim ini.
Kali terakhir Spurs menang tandang melawan salah satu dari Big Four (MU, Chelsea, Arsenal dan Liverpool) di liga adalah Agustus 1993, saat mengalahkan Liverpool 2-1. Sejak itu mereka seri 20 kali dan kalah 48 kali.
Jermaine Jenas mencetak empat gol dari tujuh penampilan terakhirnya melawan Arsenal di semua kompetisi.
Skor 2-1 di bulan April tahun ini adalah kekalahan pertama Arsenal dari Spurs dalam 21 pertandingan mereka di liga. Momen itu terjadi di White Hart Lane.
(a2s/krs)










































