Fans Arsenal pasti gelisah dengan hasil dua pertandingan terakhir tim London utara tersebut. Setelah kalah 2-3 dari Tottenham Hotspur di kompetisi domestik akhir pekan lalu, Rabu (24/11/2010) dinihari WIB tadi mereka juga kalah dari tim debutan Liga Champions, Braga.
Saat menghadapi Tottenham mereka unggul 2-0 lebih dulu sebelum jadi pecundang di akhir laga. Melawan Braga, keperkasaan mereka di pertemuan pertama di Emirates Stadium, saat menang telak 6-0, seperti menguap begitu saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Gunners mengalami penurunan yang drastis setelah menang meyakinkan di tiga partai pertamanya di Liga Champions. Setelah menghajar Braga enam gol tanpa balas, mereka juga menekuk Partizan Belgrade 3-1 dan Shaktar Donetsk 5-1. Tapi di Matchday IVΒ Samir Nasri cs balik digebuk Shakhtar 1-2 -- lalu dibalas Braga 0-2.
Statistik tersebut menunjukkan gejala inkonsistensi di tubuh Arsenal. Meski demikian, manajer Arsene Wenger melihatnya sebagai gejala "bersama" jika dikaitkan dengan dua rivalnya di Inggris, Chelsea dan Manchester United.
"Ini musim rollercoaster.Β Ketika Anda berpikir sebuah tim yang solid akan terus melaju, tiba-tiba mereka kalah di pertandingan yang tidak disangka-sangka oleh semua orang," tutur Wenger seperti dilansir Soccernet.
"Untuk setiap manajer, secara emosi ini sulit dan menegangkan. Tapi sebaliknya, buat orang-orang yang menonton ini malahan semakin menarik.
"Pada level ini di musim ini, saya tak pernah melihat sebuah liga yang tersusun rapi. Tidak satu pun manajer yang benar-benar konsisten. Terlepas dari Manchester United, mereka konsisten tanpa banyak kemenangan, sering seri dan belum kalah," simpul sang "Profesor" asal Prancis itu.
(a2s/nar)











































