Drogba Hebat Karena Sheva

Drogba Hebat Karena Sheva

- Sepakbola
Kamis, 25 Nov 2010 11:00 WIB
Drogba Hebat Karena Sheva
London - Tak ada masa-masa indah yang dikecap Andriy Shevchenko selama tiga tahun memperkuat Chelsea. Namun Sheva setidaknya punya sedikit "jasa" kepada 'Si Biru' terkait penampilan seorang Didier Drogba saat ini.

Setelah enam tahun berbaju AC Milan dan menahbiskan dirinya sebagai salah satu penyerang papan atas dunia, Sheva memutuskan pindah ke Premier League bergabung dengan Chelsea. Namun apa yang didapat? Ia lebih banyak akrab dengan bangku cadangan dan hanya mencetak 22 gol selama tiga musim, dan bahkan sempat dipinjamkan ke Milan kembali dua musim lalu.

Boleh dibilang impian Roman Abramovich melihat duet maut Drogba-Sheva tak kesampaian karena Drogba saat itu yang malah mencuat penampilannya lewat gol-gol yang dicetaknya. Sheva malah tenggelam dalam kehebatan rekannya yang asal Pantai Gading itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Sheva meninggalkan London bukannya tanpa bekas karena sosok penyerang Ukraina itulah yang justru membuat kemampuan Drogba meningkat hingga sekarang.

Dengan pengalamannya bermain di kasta tertinggi sepakbola Eropa bersama Dynamo Kiev dan Milan, sosok Sheva pas dijadikan panutan oleh Drogba.

"Saya belajar banyak dari Shevchenko. Dia masih dan akan selalu jadi pemain yang hebat. Dia adalah salah satu penyerang terbaik di Liga Champions. Bermain dengannya, saya akui dia sangat tenang. Saya belajar untuk menjadi lebih tenang dan diam di lapangan, serta menunggu momen ideal mencetak gol," urai Drogba di Mirror.

"Sungguh sebuah kehormatan dijadikan figur sebagai salah satu penyerang tengah modern seperti sekarang. Sepakbola telah berubah. Anda harus lebih cepat, banyak berlari dan memainkan banyak laga," sambungnya.

Sejak bergabung dari Olympique Marseille pada 2004, Drogba sudah mencetak 138 gol dari 273 pertandingan. Sebuah catatan yang membuatnya jadi salah satu pesepakbola papan atas dunia berbekal kekuatan fisik dan skill yang dimilikinya.

"Saya pikir kondisi fisik adalah kuncinya. Saya telah melihat beberapa laga di beberapa liga berbeda. Dan Anda dapat melihat beberapa perubahan," ungkapnya.

"Striker kini harus bisa bertahan, tak hanya mencetak gol dan membuat gol. Kini banyak tim yang memainkan pola 4-3-3, fungsi seorang striker sudah berubah," simpul Drogba. (mrp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads