Spurs baru saja mencetak sejarah di musim debutnya di Liga Champions dengan lolos ke babak knockout. Mereka meraih tiket itu setelah mengalahkan Werder Bremen 3-0 Kamis (25/11/2010) dinihari WIB, di pertandingannya yang kelima di Grup A.
Satu babak perjalanan The Lilywhites sudah sampai, dan mereka bisa mengalihkan fokus dan tenaga pada jalur yang lain, yakni Premiership, di mana mereka kini menduduki peringkat keenam. Masih perlu usaha keras dan konsisten untuk bisa naik level ke zona empat besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara mental Spurs lebih meyakinkan karena selain euforia Liga Champions, akhir pekan lalu mereka pun berhasil memukul Arsenal di Emirates Stadium, berbalik menang 3-2 meskipun tertinggal dua gol lebih dulu.
Di awal bulan Spurs juga mencetak hasil gemilang di Eropa saat membekap juara bertahan Inter Milan 3-1 di London. Namun, di pertandingan berikutnya di kompetisi lokal, mereka malah tumbang di tangan Bolton Wanderers. Selanjutnya mereka cuma bermain 1-1 melawan Sunderland.
Bagaimana dengan Liverpool? Roy Hodgson masih harus banting tulang untuk meningkatkan lagi performa timnya. Kemenangan 3-0 atas West Ham minggu lalu bukan ukuran mereka sudah bangkit, karena sebelumnya mereka bisa kalah dari Stoke dan ditahan Wigan, meskipun bisa menjungkalkan Chelsea 7 November silam.
Hal baiknya adalah The Reds sudah jauh-jauh hari meninggalkan zona maut di papan klasemen, dan kini bercokol di urutan sembilan. Tapi jaraknya dengan pimpinan kompetisi, Chelsea dan Manchester United, masih besar, yakni sembilan poin.
Dari rekor head to head, Spurs dan Liverpool sudah bertemu 134 kali di liga. Liverpool menang 63 kali, Spurs unggul 37 kali, sisanya (34) seri.
Yang menarik, dalam tiga tahun terakhir skor mereka adalah sama kuat. Dari tujuh pertemuan masing-masing menang tiga kali. Musim lalu Spurs menang 2-1 di White Hart Lane, lalu kalah 0-2 di Anfield. Begitu pula di musim 2008/2009, di mana keduanya saling mengalahkan di kandang masing-masing.
(a2s/nar)











































