Musim panas tahun 2009 MU dijadwalkan datang menemui para fansnya di Jakarta. Penggila bola pada umumnya, dan tentu saja fans "Setan Merah", menanti dengan antusias, apalagi hingar-bingarnya saat itu sangatlah terasa.
Untung tak dapat diraih, malang tidak bisa ditolak. Wilayah Kuningan, Jakarta, menjadi sasaran peledakan bom dan imbasnya membuat MU batal datang. Untuk melipur lara, sebuah provider layanan telekomunikasi yang jadi pihak pengundang bahkan membuat iklan khusus bertema "Jangan berhenti bermain bola, Budi" yang juga berisikan penyemangat untuk Indonesia dari MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harapan kembali lahir setelah MU bekerjasama dengan Epson, pabrikan printer, proyektor dll, asal Jepang yang juga cukup punya nama di Indonesia. Apalagi Presiden Epson Global Minoru Usui tampak cukup terkesan saat mendengar besarnya jumlah fans MU di Indonesia yang kini berjumlah sekitar 20 juta orang.
"Oh begitu ya?" katanya dengan wajah antusias sambil kemudian terlihat berdiskusi serius dengan Alastair Bourne, PR Seiko Epson Corporation yang mendampinginya dan jadi penerjemah, dalam sesi wawancara bersama lima jurnalis Indonesia, termasuk detiksport.
Ia memang tidak menjabarkan secara rinci bagaimana rencana Epson dalam wacana "membawa" MU kembali ke Indonesia. "Itu tergantung tim jika mau ke Indonesia. Jika mereka mau tentu kami sangat senang."
"Kami juga punya banyak hubungan dengan Indonesia. Indonesia sangat penting buat kami. Kami akan senang mendukung hal tersebut," tukas Usui.
Fans MU silakan terus berharap.
==
(Keterangan foto: Cukilan dari iklan komersial terkait rencana kedatangan Manchester United pada Juli 2009, oleh sebuah operator telepon seluler. (YouTube) (krs/a2s)











































