Idealnya, dengan fisik memadai dan badan yang tegap, seorang pemain tentu tak akan mudah terjatuh kala beradu badan dengan lawan. Apalagi untuk seorang striker, atau khususnya seorang target man, menghadapi duel dengan para bek pun tak akan jadi masalah.
Kondisi fisik yang tegap dan berotot itu juga tentunya memudahkan seorang penyerang bermain di liga sekeras Premier League. Bukan rahasia apabila bek-bek di Liga Primer tak ragu untuk bermain fisik untuk menghentikan penyerang. Tanyakan saja pada Marouane Chamakh yang kaget akan hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Houllier menilai, kekuatan Agbonlahor terletak pada kecepatannya. Oleh karena itu, ia meminta bombernya untuk tak lagi menambah jam berlatih di gym.
"Dia tak lagi berada di gym sekarang. Ketika Anda membangun tubuh terlalu sering, itu akan berefek pada otot dan persendian," ujar manajer asal Prancis itu di The Sun.
"Malahan, saya pikir dia harus berhenti. Dia telalu gempal. Saya sudah bilang kepadanya, untuk sedikit menurunkan berat badannya. Terkadang, para pemain mencoba terlalu keras," tukasnya.
Entah masalah otot ini ada hubungannya dengan penampilan Agbonlahor di lapangan atau tidak. Statistik mencatat, penyerang berusia 24 tahun itu belum pernah mencetak gol dalam enam penampilan di Premier League musim ini.
(roz/a2s)











































