Arsenal akan berusaha mempertahankan posisinya di puncak klasemen dalam lawatan ke markas MU, Senin (13/12/2010). MU sendiri menguntit di posisi dua dengan satu laga lebih banyak.
Menjelang laga tersebut, Evra sudah melontarkan kata-kata sebagai bentuk psy-war. Ia menyebut Arsenal sedang dalam krisis dan tidak lebih dari sebuah pusat pelatihan sepakbola karena nirgelar selama lima tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tidak akan pernah membiarkan diriku mengkritik tim lain. Itu menunjukkan kurangnya rasa hormat," cetus Sagna di Sunday Mirror.
Menurut Sagna, yang di lapangan nanti bisa acap berhadapan langsung dengan Evra karena posisinya sebagai bek kanan, rekan senegaranya itu memang suka menebar perang urat syaraf untuk mempengaruh lawan.
"Patrice suka menggertak lawan dan menaikkan tensi. Begitulah kebiasaannya, tapi itu sama sekali tidak mempengaruhiku," tegas Sagna.
(krs/arp)