Liverpool, Blackburn Rovers, Newcastle United dan Celtic pernah merasakan betapa tangan dingin Dalglish telah mengantar mereka jadi klub yang disegani di kompetisinya masing-masing. Total ada 20 trofi berhasil dia dapat selama membesut empat klub tersebut.
Dan 10 tahun setelah kali terakhir membesut sebuah tim, Dalglish kembali menjadi manajer. Menggantikan Roy Hodgson, dia jadi pembesut baru Liverpool, klub yang sempat dia antar meraih sukses besar saat menjadi pemain maupun pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan menghadapi tekanan sama seperti orang lain menghadapi tekanan. Anda akan menjalani pekerjaan Anda dengan kemampuan terbaik dan apa yang akan terjadi terjadilah. Bagaimana Anda tahu Anda bisa mengerjakan sesuatu tanpa lebih dulu mencobanya," sahut Dalglish di Skysports.
Kondisi The Reds saat ini sungguh tak ideal, dan bahkan menjadi tantangan besar buat siapapun yang masuk sebagai pelatih. Setelah mulai terpuruk dari musim lalu, Stevan Gerrard cs terperosok kian dalam di putaran pertama musim ini. The Kop kini keluar dari 10 besar, dan sempat menjadi penghuni zona degradasi.
Ini membuat misi Dalglish untuk mengangkat prestasi 'Si Merah' bakal sangat berat. Periode enam bulan, sesuai kontrak yang diberikan pihak klub, akan jadi hari-hari penuh perjuangan buat pria 59 tahun itu.
"Yang bisa saya lakukan hanya menjanjikan kalau apa yang sudah saya lakukan saat mengikat kontrak untuk klub ini di tahun 1977 - bahwa mereka akan mendapat 100% tenaga dari Kenny Dalglish dan itulah yang akan saya lakukan."
"Rasanya menyenangkan bisa kembali, itu akan jauh lebih menyenangkan jika hasilnya berbeda (laga dengan MU). Buat saya ini adalah perjalanan yang fantastis untuk enam bulan ke depan," tuntas Dalglish.
(din/roz)











































