Menggantikan Roy Hodgson yang dipecat minggu lalu, Dalglish langsung dihadapkan pada pertandingan knockout melawan Manchester United akhir pekan lalu. Hasilnya, mereka kalah 0-1 dan tersingkir di Piala FA.
Kalah dari MU barangkali lebih bisa dimaklumi, terlebih karena dia baru saja masuk dressing room Steven Gerrard dkk. Tapi jika kembali kalah dari Blackpool di laga keduanya, Rabu (12/1/2011) malam, hal itu bukanlah cerita menarik buat Liverpudlians.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk nama sekaliber 'King' Kenny, dua kekalahan tersebut tentu bukanlah "panjar" yang mengesankan. Apalagi publik Anfield sangat berharap pada pria Skotlandia 59 tahun itu karena sudah menjadi legenda di Merseyside, baik sebagai pemain maupun pelatih.
"Ini sebuah tantangan besar. Malahan, jarang sekali Anda memasuki sebuah pekerjaan tanpa tantangan besar. Pertanda yang membesarkan hati saya adalah sikap para pemain," tutur Dalglish usai kekalahan di kandang Blackpool, seperti dikutip dari situs resmi Liverpool.
"Kami akan bekerja dengan cara kami sekarang. Saya sangat senang melihat komitmen dan usaha para pemain, terutama jika Anda membayangkan apa yang harus mereka lalui di hari Minggu kemarin, ketika bermain dengan 10 orang selama satu jam. Kredit besar buat mereka."
Liverpool masih beredar di papan tengah mendekati bawah di klasemen sementara. Mereka menduduki urutan 13 dengan nilai 25 dari 21 pertandingan. Tantangan berikutnya buat King Kenny adalah derby Merseyside, melawan Everton di hari Minggu (16/1). (a2s/a2s)











































