Arsenal ditahan imbang Newcastle dalam laga yang berlangsung di St. James Park akhir pekan kemarin. Hasil satu poin ini terasa menyesakkan bagi tim "Gudang Peluru", karena sebelumnya mereka sudah unggul 4-0 terlebih dahulu.
"Apa yang terjadi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipercaya dan menghadirkan akhir yang tragis bagi kami. Kejadiannya ibarat di salah satu gawang itu ada magnetnya, karena delapan gol di pertandingan ini terjadi di sisi gawang yang sama," lugas Arshavin seperti dikutip dari SkySports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wenger tak berkata apa-apapada kami. Dia sangat kecewa dan putus asa. Semua orang pun akan bereaksi seperti itu bila berada dalam posisinya," lugas Arshavin.
Pemain kelahiran 29 Mei 1981 tersebut mengatakan bahwa ada sedikit hiburan yang bisa dirasakan Arsenal, yakni tumbangnya Manchester United di tangan Wolverhampton yang membuat selisih angka di klasemen sementara antara The Gunners dengan The Red Devils jadi tak terlalu jauh.
"Ya secara alami kami semua sedih. Hanya kekalahan Manchester United dalam laga yang digelar beberapa jam setelah kami bertanding, bisa sedikit membuat pil pahit yang harus kami telan terasa sedikit manis."
Arshavin menegaskan, meski kecewa namun moral tim tidak lantas runtuh. "Jika kami ingin menang, kami tidak boleh hanya duduk-duduk saja dan mengeluh. Kami harus menganalisis kesialan yang terjadi dan mengambil kesimpulan yang tepat tentang itu," ujar pemain Arsenal bernomor punggung 23 itu.
"Pertandingan versus Newcastle sudah berakhir dan sudah berlalu. Kami harus berpikir dan mempersiapkan pertandingan Premier League berikutnya melawan Wolves," tuntas dia.
(nar/a2s)











































