Manajer Crawley Gugup Melawan Fergie

Manajer Crawley Gugup Melawan Fergie

- Sepakbola
Jumat, 18 Feb 2011 13:43 WIB
Manajer Crawley Gugup Melawan Fergie
Manchester - Manchester United dan Crawley Town berada di kasta yang jauh berbeda. Begitu pula dengan Sir Alex Ferguson dan Steve Evans, manajer Crawley. Wajar kalau kemudian Evans mengaku gugup kala berjumpa Fergie.

MU, pengoleksi 18 titel juara Liga Inggris, kini tengah memuncaki klasemen Premier League. Bandingkan dengan sang lawan yang "hanya" bermain di Divisi Conference, level kelima di piramida sepakbola Inggris. Di atas kertas, laga antara keduanya di Piala FA akhir pekan ini bisa dimenangi oleh 'Setan Merah'.

Crawley dimanajeri oleh Evans, pria 48 tahun yang catatan prestasinya jauh kalah mentereng dengan Fergie. Jika The Scotsman sudah membawa MU memenangi 11 gelar Premier League, 5 Piala FA dan 2 Liga Champions--plus beberapa trofi lainnya--, Evans paling banter hanya membawa klubnya dulu, Boston United, promosi ke Football Conference pada tahun 2000 dan promosi ke Divisi Tiga pada 2002.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evans lantas mengaku gugup kala berjumpa pria yang sama sepertinya, berasal dari Glasgow, Skotlandia, itu. Bahkan ia sampai menyebut Fergie sebagai 'Guru'.

"Gugup? Saya akan berjumpa Sir Alex Ferguson di Old Trafford, di hadapan 75.000 pendukung Manchester United. Tentu saja saya gugup," aku Evans di ESPN Star.

"Bahkan untuk berbicara dengan Sang Guru pun saya gugup," lanjutnya.

Bagi Evans, laga di old Trafford sendiri akan terasa spesial bagi dirinya, juga staf dan para pemainnya. Tapi gugup tak selalu berarti inferior. Ada sedikit antusiasme juga di sana.

"Bagi para pemain saya, ini akan menjadi hari yang besar dan begitu juga untuk saya. Mark Stein (fisioterapis Crawley) pernah berada di final Piala FA dan dia bicara bagaimana gugupnya dia."

"Paul Raynor (asisten manajer Crawley) pernah bermain di level atas dan dia juga gugup. Ketika Anda dikelilingi oleh orang-orang seperti ini, Anda cukup punya alasan untuk bersikap sama," tukasnya.

Tapi sepakbola kerap memunculkan kejutan. Apalagi ini adalah Piala FA, yang terkenal dengan legenda "Pembunuhan Raksasa". Kasta bisa jadi bukan soal penting di sini. MU tetap harus waspada.

(roz/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads